Mengenali Tempat Baru yang Terasa Familiar

  • 14 Jul 2026 22:10 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO ID, Manokwari – Banyak orang mengenal istilah déjà vu, yaitu perasaan seolah-olah pernah mengalami suatu peristiwa sebelumnya. Namun, tahukah Anda bahwa ada fenomena lain yang lebih spesifik bernama déjà visité?

Dalam bahasa Prancis, déjà visité berarti "sudah pernah dikunjungi". Fenomena ini menggambarkan perasaan seolah-olah seseorang pernah mengunjungi suatu tempat tertentu, padahal secara nyata ia belum pernah berada di lokasi tersebut sebelumnya.

Menurut kajian yang dipublikasikan oleh Pacific Neuropsychiatric Institute, déjà visité merupakan salah satu subkategori pengalaman déjà yang berkaitan dengan lokasi atau ruang geografis. Seseorang yang mengalaminya dapat merasa sangat mengenal tata letak suatu tempat baru, seakan-akan pernah berada di sana sebelumnya.

Fenomena ini berbeda dengan déjà vu. Jika déjà vu adalah perasaan bahwa suatu kejadian atau situasi pernah dialami sebelumnya, maka déjà visité lebih spesifik berkaitan dengan sensasi mengenali sebuah lokasi yang sebenarnya belum pernah dikunjungi.

Sebagai contoh, seseorang yang pertama kali berkunjung ke sebuah kota atau bangunan tertentu tiba-tiba merasa tahu arah jalan, posisi ruangan, atau sudut-sudut lokasi tersebut. Perasaan itu muncul sangat kuat meskipun tidak ada ingatan nyata yang dapat menjelaskan mengapa tempat tersebut terasa begitu familiar.

Para peneliti meyakini bahwa fenomena ini berkaitan dengan cara otak memproses memori dan mengenali pola. Menurut University of Queensland, sensasi seperti déjà vu dan berbagai turunannya dapat terjadi ketika seseorang menemukan kemiripan antara pengalaman saat ini dengan pengalaman masa lalu yang tersimpan di memori, meskipun sumber kemiripan tersebut tidak dapat diingat secara sadar.

Beberapa ahli juga berpendapat bahwa déjà visité dapat muncul karena seseorang pernah melihat foto, video, peta, atau membaca deskripsi rinci tentang suatu tempat. Informasi tersebut tersimpan dalam memori dan kemudian menciptakan ilusi seolah-olah lokasi tersebut pernah dikunjungi ketika seseorang benar-benar datang ke sana.

Dalam dunia psikologi, fenomena ini termasuk ke dalam kelompok false recognition atau pengenalan semu, yakni kondisi ketika otak memberikan rasa familiar terhadap sesuatu yang sebenarnya belum pernah dialami secara langsung. Fenomena tersebut umumnya dianggap normal dan tidak berbahaya bagi kesehatan mental.

Meski sering dikaitkan dengan hal-hal mistis, para ilmuwan lebih banyak menjelaskan déjà visité melalui mekanisme memori, persepsi, dan pengenalan pola di otak. Hingga kini, fenomena tersebut masih menjadi salah satu pengalaman psikologis yang menarik untuk diteliti karena menunjukkan betapa kompleksnya cara otak manusia memahami lingkungan di sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....