Penyebab bayi rewel setiap mau tidur dengan dramanya
- 08 Jul 2026 20:30 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Bayi rewel setiap mau tidur serin gkali membuat Mama merasa bingung sekaligus khawatir saat jam istirahat tiba. Meskipun si Kecil terlihat sudah sangat mengantuk, tangisan yang pecah justru membuatnya sulit untuk memejamkan mata dengan tenang. Memahami alasan di balik kegelisahan ini sangat penting agar Mama bisa memberikan penanganan yang tepat tanpa rasa stres berlebih. Berikut caranya :
1. Bayi sudah terlalu capek atau overtired
Kondisi overtired terjadi ketika bayi melewati jendela tidurnya atau wake window sehingga tubuhnya memproduksi hormon kortisol dan adrenalin yang membuatnya sulit rileks. Alih-alih langsung tertidur, si Kecil justru akan menunjukkan reaksi gelisah, gerakan tubuh yang kaku, hingga tangisan yang sulit diredam. Pastikan Mama lebih peka memerhatikan tanda kantuk awal pada si Kecil seperti menggosok mata agar ia tidak terlanjur kelelahan.
2. Stimulasi berlebihan dari lingkungan sekitar
Bayi memiliki sistem saraf yang masih berkembang, sehingga paparan cahaya terang atau suara bising bisa membuatnya merasa overstimulated. Gangguan ini menyebabkan otak si Kecil sulit berpindah dari mode bermain ke mode istirahat, yang akhirnya memicu tangisan sebagai bentuk protes. Mama perlu menciptakan suasana yang redup dan tenang setidaknya 30 menit sebelum jadwal tidurnya tiba.
3. Fase growth spurt yang menguras energi
Pada fase pertumbuhan pesat atau growth spurt, metabolisme si Kecil bekerja lebih keras sehingga ia cenderung merasa lebih lapar dan haus dari biasanya. Kebutuhan untuk menyusu lebih sering (cluster feeding) sering kali berbarengan dengan jam tidurnya, sehingga ia akan rewel jika belum merasa kenyang maksimal. Berikan pelukan ekstra dan susui si Kecil sesuai permintaannya untuk memberikan rasa aman selama fase ini.
4. Mengalami masalah perut kembung atau kolik
Gangguan pencernaan seperti gas yang terperangkap dalam perut sering kali mencapai puncaknya di sore atau malam hari, yang dikenal dengan istilah kolik. Rasa tidak nyaman ini membuat bayi menarik kakinya ke arah perut dan menangis kencang dengan wajah kemerahan saat hendak dibaringkan. Mama bisa memberikan pijatan lembut atau membantu si Kecil bersendawa setelah menyusu untuk meminimalisir drama sebelum tidur.
| Baca juga: Cara Memanajemen Stres dengan Baik |
5. Belum mengenal ritme sirkadian dengan baik
Bayi yang baru lahir hingga usia beberapa bulan umumnya belum memiliki jam biologis atau ritme sirkadian yang teratur layaknya orang dewasa. Ia belum bisa membedakan kapan waktu untuk beraktivitas intens dan kapan waktu untuk mengistirahatkan tubuh secara total di malam hari. Konsistensi Mama dalam membangun rutinitas tidur yang tetap akan sangat membantu si Kecil mengenali sinyal istirahatnya.
6. Adanya separation anxiety yang mulai muncul
Meski masih sangat muda, beberapa bayi mulai merasakan kecemasan saat menyadari adanya jarak fisik antara dirinya dengan sang Mama. Menangis saat akan ditaruh di tempat tidur adalah cara mereka berkomunikasi bahwa mereka masih membutuhkan kehangatan dan detak jantung Mama di dekatnya. Memberikan kontak skin-to-skin sebelum tidur bisa menjadi cara ampuh untuk menurunkan tingkat kecemasan si Kecil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....