Pameran KI Buka Peluang UMKM Noken Tembus Pasar Lebih Luas

  • 26 Apr 2026 15:20 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari — Momentum peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia dimanfaatkan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua Barat untuk menghadirkan ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Manokwari. Melalui pameran yang digelar di Manokwari City Mall pada Minggu, 26 April 2026, masyarakat diajak mengenal lebih dekat produk lokal sekaligus mendorong peningkatan daya saing.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar. Berbagai produk kreatif berbasis kearifan lokal ditampilkan kepada pengunjung yang datang.

Salah satu peserta yang terlibat adalah Amelia, perajin noken dari Pondok Noken Tugu. Ia mengaku bangga dapat berpartisipasi dan memperkenalkan hasil kerajinan tangannya kepada masyarakat luas.

“Kami sangat berterima kasih sudah diberi kesempatan untuk memamerkan karya kami. Semua produk ini kami buat sendiri,” katanya.

Amelia menjelaskan, produk yang dipamerkan cukup beragam, mulai dari noken berbahan kulit kayu, tempat telepon genggam, hingga aksesoris seperti gelang, anting, dan kalung.

Dari sisi harga, produk yang ditawarkan dinilai masih terjangkau. Tempat telepon genggam dijual sekitar Rp.50.000, noken berbahan kulit kayu mulai Rp. 100.000, sementara noken berukuran besar dapat mencapai Rp. 300.000.

Selain itu, aksesoris seperti anting dibanderol mulai Rp. 20.000 hingga Rp. 50.000. Untuk satu paket bando dan anting, harganya berkisar antara Rp. 200.000 hingga Rp. 300.000, tergantung desain serta tingkat kesulitan pembuatan.

Ia menuturkan, seluruh produk tersebut merupakan hasil kerajinan tangan yang dibuat secara mandiri tanpa pelatihan formal. Keterampilan menganyam noken diperoleh secara turun-temurun dari keluarga. Meski demikian, ia mengaku mulai memahami pentingnya perlindungan kekayaan intelektual, meskipun sebagian produknya belum terdaftar secara resmi.

Amelia berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah, terutama dalam penyediaan lokasi berjualan yang lebih layak. Menurutnya, selama ini para pelaku UMKM masih berjualan di pinggir jalan tanpa tempat tetap.

Dengan adanya dukungan tersebut, ia optimistis pelaku UMKM lokal dapat berkembang lebih baik dan mampu meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....