Cita Rasa Sunda Hidup di Sambal Dapur Teteh Diana

  • 19 Feb 2026 13:11 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari- Pemilik UMKM Sambal Dapur Teteh Diana, Diana Widianti, telah mengembangkan usaha rumahan sejak tahun 2024 hingga sekarang di Manokwari. Usaha ini berawal dari kegemarannya mengolah berbagai jenis sambal di rumah, seperti sambal cumi dan ebi. Hasil olahannya kemudian dibagikan kepada tetangga sekitar, yang justru mendorongnya untuk mulai menjual sambal tersebut karena dinilai memiliki cita rasa yang enak. Hal ini disampaikan Diana pada Kamis, 19 Fabruari 2026.

Dorongan dari lingkungan sekitar menjadi awal lahirnya Sambal Dapur Teteh Diana sebagai produk UMKM lokal. Diana pun mulai memproduksi sambal secara lebih serius dengan mempertahankan resep rumahan yang telah disukai banyak orang, sekaligus menjadikannya peluang usaha yang menjanjikan.

Dari segi rasa, sambal produksi Diana memiliki ciri khas tersendiri. Ia mengungkapkan bahwa latar belakangnya sebagai orang Sunda membuat sambal buatannya memiliki perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih yang khas. Selain itu, ia juga berkomitmen menjaga kualitas produk dengan memilih bahan-bahan yang higienis serta segar.

Dalam proses produksi, kebersihan menjadi perhatian utama. Diana selalu memastikan alat maupun bahan yang digunakan dalam pengolahan sambal tetap bersih dan aman. Produk Sambal Dapur Teteh Diana saat ini juga telah memiliki izin PIRT, sementara untuk sertifikasi halal masih dalam proses menunggu keluarnya nomor logo halal karena antrean pengajuan dari seluruh Indonesia.

Untuk pemasaran, Diana tidak hanya mengandalkan penjualan langsung, tetapi juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Menurutnya, media sosial sangat membantu memperluas jangkauan pasar. Bahkan, jika ada pesanan dari pelanggan, ia kerap mengantarkan produk secara langsung sebagai bentuk pelayanan kepada konsumen.

Diana menuturkan, kepercayaan pelanggan menjadi hal penting yang terus ia jaga dengan memastikan rasa dan kualitas produk tetap konsisten. Tantangan yang dihadapinya saat ini adalah kenaikan harga bahan baku. Meski demikian, ia tetap mempertahankan harga jual sambalnya di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Harapan kedepannya produk sambal Teteh Diana bisa dikenal banyak orang dan bisa dijadikan oleh-oleh para wisatawan yang berkunjung ke Manokwari,” jelasnya.

Ia juga membuka peluang kolaborasi bagi sesama pelaku UMKM maupun influencer dan konten kreator yang ingin bekerja sama atau mereview produknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....