Gentengisasi Dinilai Belum Cocok untuk Bintuni
- 18 Feb 2026 16:43 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Program Gerakan Indonesia Asri melalui penggantian atap rumah berbahan logam menjadi genteng yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto tampaknya belum mendapat respons positif di Kabupaten Teluk Bintuni. Program yang dikenal dengan istilah Gentengisasi ini masih hangat diperbincangkan di tengah masyarakat.
Sebagian warga menyatakan setuju, namun tidak sedikit pula yang menolak dengan berbagai pertimbangan, terutama faktor keamanan dan biaya. Triyanto, warga Kampung Argosigemerai, menilai penggunaan genteng kurang tepat diterapkan di wilayah Papua yang sebagian besar rawan gempa.
| Baca juga: Segarnya Rezeki dari Gerobak Kelapa Muda |
Menurutnya, atap genteng membutuhkan kerangka yang lebih banyak dan kuat dibandingkan atap berbahan logam. “Untuk di wilayah Papua ini sepertinya kita belum bisa menerapkan, karena kalau kondisi gempa berbahaya sekali. Di sisi lain, kerangka atap harus banyak, jangan sampai terjadi pembalakan liar kayu yang merugikan hutan kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan rangka kayu akan meningkatkan kebutuhan material kayu yang saat ini sudah semakin sulit diperoleh, khususnya di perkotaan. Sementara jika menggunakan baja ringan, kebutuhan rangka juga lebih banyak sehingga berdampak pada meningkatnya biaya pembangunan.
Pendapat serupa disampaikan Susi, warga Bintuni lainnya. Ia menilai program tersebut belum layak diterapkan di Teluk Bintuni, mengingat harga bahan bangunan di Papua relatif mahal.
“Kita mau irit, tapi kalau pakai genteng nanti harus beli kayu lebih banyak lagi untuk kerangka atap, sementara harga bahan bangunan di Bintuni saja sudah mahal,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni hingga kini belum menindaklanjuti wacana program Gentengisasi tersebut. Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Teluk Bintuni, Idha Bagus Putu Suratna, menyatakan program tersebut masih dalam tahap koordinasi internal.
“Belum ada tindak lanjut, masih dalam tahap koordinasi di internal Pemkab,” ujarnya singkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....