Teluk Bintuni Jadi Sorotan Investasi Energi dan Gas
- 11 Mar 2026 03:50 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni- Kabupaten Teluk Bintuni dinilai sebagai salah satu wilayah strategis investasi di Papua Barat karena memiliki potensi besar di sektor gas alam, kehutanan, dan perkebunan. Kepala Bappeda Teluk Bintuni, Rivaldi Kwando, dalam forum diskusi Dewan Perwakilan Daerah RI Senin, 9 Maret 2026 menyampaikan bahwa Bintuni tengah berkembang menjadi pusat industri energi, khususnya gas alam.
Salah satu proyek besar yang sedang dipersiapkan adalah pengolahan gas cair oleh perusahaan Genting Oil & Gas Limited yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2027. Proyek ini akan menggunakan kapal pengolah gas cair raksasa yang diproduksi di Tiongkok.
| Baca juga: LMA Sebyar Tuntut Hak LNG dan DOB Wilayah |
"Kapal sepanjang sekitar 300 meter dengan tinggi setara 37 lantai itu disebut sebagai kapal pengolah gas cair terbesar pertama di Indonesia dan termasuk sembilan terbesar di dunia," Ujar Rivaldi Senin, 10 Maret 2026.
Meski memiliki potensi investasi besar, Teluk Bintuni masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Kabupaten ini masih berstatus daerah tertinggal, dengan tingkat kemiskinan pada 2025 mencapai sekitar 25,34 persen atau sekitar 18 ribu penduduk.
Selain itu, sejumlah infrastruktur dasar seperti akses air bersih dan listrik belum merata. Pemerintah daerah menilai investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus tetap memperhatikan perlindungan masyarakat adat dan kelestarian lingkungan.
Dalam rencana pembangunan lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan pendidikan, penguatan ekonomi lokal, penurunan stunting, serta peningkatan inovasi desa, dengan mendorong kemitraan antara investor dan masyarakat adat agar manfaat investasi lebih merata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....