Kearifan Lokal Pesisir, Kekuatan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat

  • 22 Agt 2026 14:42 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Kearifan lokal masyarakat pesisir dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Papua Barat. Kekayaan budaya, tradisi, kehidupan masyarakat pesisir, serta potensi wisata bahari dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam dialog yang membahas “Kearifan Lokal Pesisir: Kekuatan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Barat” bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Jafar Werfete, S.Sos., M.M, Ketua Panitia Amban Beace Festival, Hans Lodewyk Mandacan, S.IP., M.Si, serta Ketua Umum Asosiasi Pecinta Wisata Air (ASPEWA) Papua Barat, Yan Agus “Inov” Rumbewas, S.H.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Jafar Werfete, mengatakan pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada keindahan alam, tetapi juga harus mengangkat identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat.

Menurutnya, masyarakat pesisir memiliki berbagai tradisi, pengetahuan lokal, kuliner, kerajinan, hingga aktivitas kehidupan sehari-hari yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata. Potensi tersebut perlu dikemas secara kreatif sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan budaya.

Jafar menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata. Masyarakat lokal tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian dari pelaku utama pariwisata melalui pengembangan usaha, produk ekonomi kreatif, jasa wisata, serta berbagai aktivitas budaya.

Sementara itu, Ketua Panitia Amban Beace Festival, Hans Lodewyk Mandacan, menyampaikan bahwa festival dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi budaya dan wisata kepada masyarakat luas. Kegiatan berbasis budaya dan kearifan lokal juga dapat menjadi sarana memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong promosi destinasi wisata Papua Barat.

Menurut Hans, keberadaan festival yang mengangkat potensi lokal dapat memberikan ruang bagi pelaku UMKM, seniman, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan masyarakat untuk menampilkan produk serta kreativitas mereka.

Di sisi lain, Ketua Umum ASPEWA Papua Barat, Yan Agus “Inov” Rumbewas, menilai potensi wisata air dan pesisir Papua Barat memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Keindahan laut, pantai, sungai, serta berbagai aktivitas wisata bahari dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, pengembangan wisata air harus tetap memperhatikan aspek keselamatan, kebersihan lingkungan, serta kelestarian ekosistem. Edukasi kepada wisatawan dan masyarakat juga diperlukan agar aktivitas pariwisata tidak merusak lingkungan pesisir.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat dan lokal, komunitas wisata, pelaku ekonomi kreatif, serta dunia usaha dinilai menjadi kunci dalam mengembangkan pariwisata Papua Barat.

Dengan mengedepankan kearifan lokal, sektor pariwisata diharapkan tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

Penguatan identitas budaya dan kelestarian lingkungan menjadi bagian penting agar pariwisata pesisir Papua Barat dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....