Ribuan Warga Meriahkan Parade Budaya jelang HUT Teluk Bintuni

  • 06 Jun 2026 20:49 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Bintuni — Ribuan masyarakat dari berbagai suku di Kabupaten Teluk Bintuni memadati jalanan dalam Parade Budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi simbol persatuan dan keberagaman masyarakat yang hidup berdampingan di wilayah tersebut.

Parade budaya mengambil rute dari Kantor Klasis Iguriji menuju Gelanggang Argosiegemrai sebagai lokasi akhir kegiatan. Para peserta tampil mengenakan pakaian adat khas daerah masing-masing dan menampilkan berbagai tarian tradisional sepanjang perjalanan, menarik perhatian masyarakat yang memadati sisi jalan.

Sedikitnya 25 suku turut ambil bagian dalam parade tersebut. Tujuh di antaranya merupakan suku besar yang mendiami Teluk Bintuni, yakni Suku Kuri, Sebyar, Sumuri, Irarutu, Moskona, Sough, dan Wamesa. Selain itu, parade juga diikuti berbagai suku Papua lainnya serta suku-suku Nusantara yang telah lama menetap dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Teluk Bintuni.

Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, I.B. Putu Suratna, dan disambut langsung oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, di Gelanggang Argosiegemrai. Setibanya di lokasi, setiap kelompok suku menampilkan tarian adat dan atraksi budaya di hadapan bupati, unsur Forkopimda, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Bupati Yohanis Manibuy menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menunjukkan kekayaan budaya yang dimiliki Teluk Bintuni. “Kehadiran seluruh suku Papua, suku Nusantara, serta berbagai kerukunan masyarakat dalam parade ini menjadi bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan besar yang mempersatukan kita dalam bingkai persaudaraan dan kebersamaan di tanah Teluk Bintuni yang kita cintai bersama,” ujar Yohanis Manibuy.

Menurutnya, perbedaan suku, agama, budaya, dan adat istiadat bukanlah pemisah, melainkan kekayaan yang harus dijaga dan dirawat bersama demi memperkuat persatuan masyarakat. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi modal sosial yang memperkaya identitas daerah.

"Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal harus terus dilestarikan sebagai warisan bagi generasi mendatang sekaligus memperkuat semangat persatuan,” katanya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pembangunan daerah melalui kerja sama dan sinergi antara pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, serta seluruh komponen masyarakat.

“Mari kita terus menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan membangun Teluk Bintuni yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita wujudkan masa depan daerah yang lebih baik bagi semua,” tuturnya.

Parade budaya berlangsung meriah dan penuh semangat. Penampilan tarian adat, pakaian tradisional, serta simbol-simbol budaya dari berbagai suku menjadi daya tarik tersendiri yang memperlihatkan kekayaan budaya dan harmonisasi kehidupan masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat persaudaraan antarwarga serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan, keamanan, dan persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan utama Teluk Bintuni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....