Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua Jadi Momentum Bangun Papua Bermartabat
- 06 Agt 2026 10:59 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua diharapkan tidak berhenti sebagai pengingat sejarah, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. Semangat keagamaan dinilai harus diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan warga Papua.
Hal ini disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat, Mulyadi Jaya, pada pembukaan rangkaian peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua bertema Merajut Toleransi, Memperkokoh Harmoni, Mengabdi untuk Pembangunan Negeri di Manokwari.
Menurut Mulyadi, agama tidak cukup dipahami sebagai identitas atau simbol keimanan semata. Nilai-nilai yang diajarkan agama harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, kepedulian sosial, hingga pelestarian lingkungan.
Ia mengatakan sejarah panjang masuknya Islam di Papua menjadi bukti bahwa dakwah berkembang melalui pendekatan damai, menghargai budaya lokal, dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Nilai tersebut, menurutnya, perlu terus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.
"Cahaya Islam itu tidak cukup hanya menerangi masjid, tetapi harus menerangi sekolah, rumah sakit, kampung-kampung, hutan, laut, dan seluruh kehidupan orang Papua. Sebab ukuran kemuliaan agama bukanlah seberapa banyak pengikutnya, melainkan seberapa besar manfaatnya bagi kemanusiaan dan kemajuan negeri ini," ujar Mulyadi pada Rabu, 6 Agustus 2026.
Ia menambahkan, Papua memiliki modal sosial yang kuat melalui semangat persaudaraan antarmasyarakat dan kerukunan antarumat beragama. Kondisi tersebut menjadi kekuatan penting untuk menghadapi tantangan pembangunan di tengah perubahan zaman.
Mulyadi berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pemerintah, dan generasi muda, terus memperkuat kolaborasi dalam membangun Papua Barat yang damai, adil, dan sejahtera. Menurutnya, nilai-nilai agama harus menjadi sumber inspirasi untuk menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
Melalui peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan sejarah sebagai pijakan untuk terus mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan bersama-sama mewujudkan pembangunan yang memberi manfaat bagi seluruh warga Papua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....