Trigatra Bangun Bahasa Ajang Duta Bahasa 2026
- 07 Mei 2026 19:30 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari – Trigatra Bangun Bahasa adalah slogan kebijakan kebahasaan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang terdiri dari tiga pilar utama: Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing. Konsep ini bertujuan membangun kesadaran berbahasa yang utuh untuk memperkuat jati diri bangsa, melestarikan budaya, dan meningkatkan daya saing global. Hal ini disampaikan oleh Welmina Putnarubun dan Keisha Ingrid Priscylla Lalang pada program Sore Ceria Produa Manokwari.
Pencapaian luar biasa diraih oleh Welmina Putnarubun, mahasiswa program studi Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Ia berhasil meraih Juara 2 dalam ajang bergengsi ini. Pada malam puncak, Welmina memukau juri dengan gagasan inovasinya yang bertajuk “Bercetak Digital” (Berbahasa Cerdas, Beretika, dan Beridentitas).
Dikatakan oleh Welmina Program ini menargetkan Generasi Z agar lebih beretika saat berkomentar di media sosial, khususnya di platform seperti TikTok. Selain itu, ia juga mencatatkan skor Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang unggul di angka lebih dari 500 serta memamerkan bakat tarian campuran Nusantara dari Maluku dan Papua.
Prestasi membanggakan lainnya disumbangkan oleh Keisha Ingrid Priscylla Lalang, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Keisha berhasil mengamankan posisi Juara 4. Sebagai calon guru, Keisha membawa motivasi luhur untuk mengajak murid-muridnya kelak agar terus mempelajari dan melestarikan bahasa ibu di tengah gempuran era globalisasi.
Keisha menceritakan ketatnya masa karantina selama 4 hari di Jayapura, di mana para peserta ditempa kedisiplinannya, dilatih kemampuan public speaking, dan dibekali materi pengenalan karakter. Program yang dikenalkan oleh Keisha adalah Baku Kenal, Baku Bangga , Baku Jaga dan Baku lestari secara keseluruhan yang digunakan membuat konten dimedia sosial, filosofi ini bermakna: "Mari saling mengenal, saling menjaga satu sama lain, dan bersama-sama melestarikan Bahasa.
Kedua delegasi dari Papua Barat ini kini mengemban amanah untuk mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik, melestarikan bahasa daerah, serta meningkatkan penguasaan bahasa asing di tengah masyarakat. Sebagai Duta Bahasa Papua, mereka bertugas sebagai wajah literasi dan penggerak bahasa di tanah Papua, serta akan mewakili provinsi di tingkat nasional. Ajang tahun ini mengusung tema "Terbit dari Timur Bersinar bagi Semua".
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....