MUI Papua Barat Ajak Masyarakat Rawat Warisan Sejarah Islam di Tanah Papua
- 06 Agt 2026 10:57 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Sejarah masuknya Islam di Tanah Papua dinilai perlu terus dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar menjadi landasan dalam memperkuat persatuan, toleransi, dan penghargaan terhadap perjalanan sejarah di Papua.
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat, Naharuddin, mengatakan peringatan 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan pelestarian warisan sejarah Islam di Papua.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil kajian sejarah yang telah dilakukan, tanggal 8 Agustus 1360 ditetapkan sebagai penanda historis masuknya Islam di Tanah Papua, khususnya di wilayah Fakfak. Penetapan tersebut didasarkan pada tradisi lisan masyarakat, keberadaan situs makam Syekh Abdul Ghofar, serta berbagai kajian akademik yang telah dilakukan.
Menurutnya, penetapan tanggal tersebut bukan untuk menutup ruang penelitian sejarah, melainkan menjadi pijakan awal bagi pengembangan kajian yang lebih luas mengenai perjalanan Islam di Tanah Papua.
"Penetapan tanggal ini bukan dimaksudkan untuk menutup ruang kajian ilmiah. Sebaliknya, ini menjadi pijakan untuk memperkuat penelitian lanjutan, pelestarian situs sejarah, penelusuran manuskrip, penggalian tradisi lisan, dan kajian sejarah yang lebih luas di Papua," ujarnya pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia mengatakan, sejarah masuknya Islam di Tanah Papua memperlihatkan bahwa penyebaran agama berlangsung melalui jalan damai. Nilai-nilai Islam berkembang melalui perdagangan, hubungan kekerabatan, pendidikan, dakwah kultural, serta penghormatan terhadap adat yang telah hidup di tengah masyarakat Papua.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan tersebut sebagai ruang untuk memperkuat literasi sejarah sekaligus meningkatkan peran umat Islam dalam menjaga kedamaian, toleransi, dan persatuan di Tanah Papua.
Naharuddin berharap semangat yang diwariskan para pendahulu dapat terus dijaga oleh generasi masa kini. Menurutnya, sejarah Islam di Papua bukan hanya menjadi kebanggaan umat Islam, tetapi juga bagian dari perjalanan peradaban Papua yang memperlihatkan bahwa agama, adat, dan kebangsaan dapat tumbuh berdampingan dalam suasana damai dan saling menghormati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....