Keragaman Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia
- 25 Agt 2026 16:58 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia selalu dirayakan dengan penuh suka cita oleh umat Islam. Setiap daerah memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan kecintaan kepada Nabi. Tradisi ini merupakan perpaduan yang indah antara ajaran Islam dan kearifan lokal budaya Nusantara.
Melansir laman Kementerian Agama, Di Yogyakarta dan Surakarta, terdapat tradisi terkenal bernama Sekaten yang sudah ada sejak masa Kerajaan Demak. Perayaan ini dimeriahkan dengan pasar malam dan keluarnya dua buah gamelan pusaka Keraton. Puncak acara ditandai dengan Grebeg Maulud, di mana gunungan berisi hasil bumi diarak dan diperebutkan oleh warga.
Masyarakat Cirebon juga memiliki tradisi sakral yang disebut Panjang Jimat di lingkungan keraton. Prosesi ini melibatkan ritual pembersihan benda pusaka dan piring peninggalan leluhur. Setelah itu, warga menyantap nasi jimat bersama sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
Beralih ke Sumatra Barat, masyarakat Minangkabau mengenal tradisi Bungo Lado atau pohon uang. Warga membuat hiasan pohon dari kertas warna-warni yang ditancapkan uang sumbangan. Uang dari pohon hias ini nantinya disumbangkan untuk pembangunan masjid atau surau setempat.
Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, perayaan Maulid dirayakan secara meriah melalui tradisi Nyongkolan. Warga berjalan kaki secara beriringan mengenakan pakaian adat menuju rumah tokoh agama atau bangsawan. Perjalanan ini diiringi oleh tabuhan musik tradisional gendang beleq yang semarak.
Berbagai tradisi turun-temurun ini menunjukkan betapa kayanya budaya Indonesia yang selaras dengan nilai Islam. Perayaan Maulid Nabi tidak hanya sekadar mengenang hari kelahiran Rasulullah SAW. Kegiatan ini juga menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi dan memajukan gotong royong antarwarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....