Idul Adha yang Hidup dalam Keseharian

  • 29 Mei 2026 20:27 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari - Suasana hangat terasa dalam Dialog Interaktif PRO 4 RRI Manokwari bertema “Idul Adha, Pengorbanan dan Kepedulian di Masa Kini”. Perbincangan yang dipandu oleh Kartika Dewi itu menghadirkan dua narasumber, yakni Bambang Yudhi Astomo, S.Pd.I selaku Branch Manager Yakesma Papua Barat dan Haji Abdul Safar Ollong, S.H selaku Kepala Kantor Kementerian Haji Manokwari.

Dalam dialog tersebut, pembahasan tidak hanya berfokus pada perayaan Idul Adha sebagai agenda tahunan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai di dalamnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bambang Yudhi Astomo menyampaikan bahwa makna Idul Adha sebenarnya bisa dirasakan setiap hari oleh setiap orang. Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar tentang penyembelihan hewan kurban, melainkan tentang bagaimana manusia belajar berkorban, ikhlas, dan mampu meredam ego demi kebaikan bersama.

Ia menjelaskan bahwa dalam kehidupan saat ini, bentuk pengorbanan tidak selalu harus besar. Hal sederhana seperti meluangkan waktu untuk keluarga, membantu sesama, menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar, hingga belajar mengalah demi kedamaian bersama juga merupakan bagian dari nilai Idul Adha.

“Kadang pengorbanan terbesar justru ketika kita bisa menahan ego dan mendahulukan kepentingan orang lain,” ungkapnya dalam dialog tersebut.

Menurut Bambang, semangat kepedulian sosial yang hadir saat Idul Adha seharusnya tidak berhenti hanya pada momentum hari raya. Nilai berbagi dan gotong royong perlu terus dijaga agar tetap hidup di tengah masyarakat yang kini semakin individualis.

Sementara itu, Haji Abdul Safar Ollong, S.H menjelaskan perkembangan pelayanan jamaah haji, khususnya bagi masyarakat Manokwari. Ia menyebutkan bahwa saat ini sistem pelayanan haji sudah semakin terbantu dengan adanya aplikasi SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) yang memudahkan proses administrasi dan pendataan jamaah.

Selain kesiapan administrasi, menurutnya pemerintah dan pihak terkait di Manokwari juga terus melakukan persiapan fisik dan mental bagi calon jamaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Hal tersebut penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik mengingat kondisi cuaca, aktivitas ibadah, dan jumlah jamaah yang sangat besar di Arab Saudi.

Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

Melalui dialog tersebut, masyarakat diajak untuk memahami bahwa Idul Adha dan ibadah haji memiliki pesan yang sama, yaitu tentang keikhlasan, pengorbanan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai itulah yang diharapkan tetap hidup dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya saat Idul Adha tiba, tetapi juga dalam keseharian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....