Karakter dan Jiwa adalah Kunci Utama Melahirkan Generasi Emas Papua
- 23 Mei 2026 05:45 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Dalam dialog di RRI Pro 2 Manokwari, Merry Rumainum menyoroti bahwa kepintaran akademik anak-anak muda di Manokwari saat ini dinilai sudah cukup baik. Namun, ia menegaskan bahwa pencapaian akademik saja tidaklah cukup jika tidak diimbangi dengan pembentukan karakter yang kuat. Kepintaran tanpa karakter diibaratkan seperti mesin canggih yang tidak bisa bergerak karena tidak memiliki kemudi dan bahan bakar.
Merry menjelaskan bahwa anak yang hanya sekadar pintar tanpa memiliki jiwa yang terawat justru dapat merugikan lingkungan sekitarnya. Jiwa, diri, dan karakter yang baik merupakan fondasi paling penting yang harus dimiliki oleh setiap generasi muda. Orang yang cerdas bisa diciptakan melalui proses belajar, tetapi belum tentu mereka memiliki karakter yang baik.
| Baca juga: Pentingnya Personal Branding di Media Sosial |
Sebaliknya, seseorang yang memiliki karakter dan kepribadian yang baik sudah dapat dipastikan merupakan pribadi yang cerdas. Merry menambahkan bahwa kecerdasan akademik sangat mudah dibentuk bahkan hanya dalam waktu satu atau dua hari saja. Namun, proses pembentukan karakter dan pola pikir (mindset) yang positif membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Sebagai pendiri Pondok Baca Senja Papua Cerdas, ia merasa sangat bangga ketika melihat anak-anak muda Papua memiliki karakter yang tangguh. Menurutnya, Papua lebih membutuhkan sepuluh anak yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama daripada melahirkan satu anak jenius. Anak yang jenius tanpa karakter cenderung bersikap egois dan hanya melakukan segala sesuatu demi keuntungan dirinya sendiri.
Melalui program SPADA ini, pesan moral disampaikan agar seluruh elemen masyarakat lebih fokus pada pendidikan karakter anak sejak dini. Kolaborasi antara kecerdasan intelektual dan kematangan emosional menjadi pilar penting untuk mewujudkan generasi emas. Dengan demikian, pemuda Papua tidak hanya unggul di bidang akademis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif.
Sebagai penutup, dialog ini mengajak para orang tua dan pendidik di Manokwari untuk bersama-sama merawat jiwa generasi muda. Masa depan Papua Barat yang bangkit dan maju berada di tangan anak-anak yang memiliki empati sosial yang tinggi. Melalui penanaman nilai-nilai luhur, diharapkan lahir pemimpin masa depan yang cerdas, bijaksana, dan peduli pada tanah kelahirannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....