Manfaat Tradisi Open House secara Spiritual dan Sosial
- 22 Mar 2026 03:36 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Tradisi open house adalah kebiasaan membuka rumah atau pintu bagi tamu, kerabat, dan masyarakat umum, khususnya saat Lebaran, untuk bersilaturahmi, bermaaf-maafan, dan menjamu mereka tanpa undangan formal. Tradisi ini berakar dari budaya Barat dan praktik kuno Mataram, yang kini identik dengan kuliner Nusantara, kehangatan, serta sering diselenggarakan pejabat/istana.
Dikutip dari Pemkab Barito, tradisi open house atau gelar griya adalah kegiatan membuka pintu rumah bagi tamu, kerabat, hingga masyarakat umum untuk bersilaturahmi, yang paling umum dilakukan selama perayaan Hari Raya Idulfitri di Indonesia.
Menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat persaudaraan, saling memaafkan, dan memperkuat hubungan sosial. Ciri Khas identik dengan penyajian hidangan khas hari raya, pembagian bingkisan atau THR bagi pengunjung, serta suasana santai dan penuh keakraban.
Tradisi open house saat Lebaran memiliki manfaat yang mendalam, baik secara spiritual maupun sosial. Menjadi momen paling efektif untuk mengumpulkan keluarga besar, tetangga, dan teman yang jarang bertemu di hari biasa dalam satu waktu.
Mempermudah proses rekonsiliasi dan menghapus rasa canggung. Bertemu langsung memudahkan setiap orang untuk saling meminta maaf dengan tulus.
Di lingkungan yang beragam, open house sering kali dihadiri oleh teman lintas agama atau suku, yang memperkuat rasa persatuan dan kerukunan warga.
Berbagi hidangan khas Lebaran dan suasana rumah yang hangat memberikan kebahagiaan psikologis serta rasa syukur atas berkah yang diterima. Menjadi kesempatan bagi tuan rumah untuk bersedekah, baik melalui suguhan makanan maupun pemberian santunan (THR) kepada anak-anak atau yang membutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....