Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Menjadi Momentum Instropeksi dan Toleransi

  • 17 Mar 2026 07:04 WIB
  •  Manokwari

RRI.CO.ID, Manokwari – Umat Hindu di Indonesia akan memperingati Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada 19 Maret 2026. Perayaan ini menjadi momentum penting untuk melakukan introspeksi diri serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Papua Barat, Wayan Pativasa, mengatakan Nyepi bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Saka, melainkan waktu untuk membersihkan pikiran, perkataan, dan perbuatan.

“Nyepi dimaknai sebagai saat untuk melakukan perenungan diri melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yaitu tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menikmati hiburan,” ujarnya saat dialog di RRI Pro 1 Manokwari via telepon, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia menjelaskan, rangkaian Nyepi diawali dengan upacara Melasti sebagai simbol penyucian diri, dilanjutkan Tawur Kesanga dan pawai ogoh-ogoh yang melambangkan pembersihan unsur negatif, hingga puncaknya pada hari Nyepi yang dilaksanakan dalam suasana hening.

Menurutnya, nilai utama Nyepi adalah pengendalian diri, keseimbangan, dan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama, serta alam semesta. Lebih lanjut, Wayan menilai perayaan Nyepi tahun ini memiliki makna khusus karena waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri 2026. “Kedekatan dua hari besar ini menjadi simbol kuat bahwa seluruh umat beragama memiliki nilai yang sama, yaitu penyucian diri dan memperbaiki hubungan sosial,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat toleransi dan persaudaraan antar umat beragama, khususnya di Papua Barat yang dikenal dengan keberagaman masyarakatnya.

“Mari kita saling menghormati dan menjaga kerukunan. Perbedaan adalah kekuatan kita sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat diharapkan dapat ikut menjaga suasana kondusif selama pelaksanaan Nyepi dengan menghormati umat Hindu yang menjalankan ibadah dalam keheningan.

Melalui perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948, diharapkan seluruh masyarakat dapat mengambil nilai positif untuk membangun kehidupan yang lebih harmonis, damai, dan penuh toleransi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....