Perbedaan antara mythomania dan pembohong
- 27 Feb 2026 21:08 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Perbedaan antara mythomania dan pembohong biasa dapat dilihat dari pola perilaku serta kesadaran pelakunya saat berbohong. Keduanya sama-sama melibatkan kebohongan, tetapi motif, intensitas, dan dampaknya berbeda secara signifikan.
Pada mythomania, kebohongan dilakukan secara kompulsif dan terus-menerus dengan sedikit kesadaran. Pelaku sering kali mengembangkan pola ini sejak masa kanak-kanak sebagai mekanisme koping terhadap trauma atau tekanan emosional.
Pengidap mythomania kerap dikaitkan dengan gangguan mental seperti Antisocial Personality Disorder dan Narcissistic Personality Disorder. Mereka cenderung manipulatif, berorientasi pada tujuan tertentu, dan tidak menghargai hak serta perasaan orang lain.
Kebohongan pada mythomania biasanya sangat terstruktur, dramatis, dan detail sehingga sulit dibedakan dari kenyataan. Bahkan, pelaku bisa mempercayai cerita yang dibuatnya sendiri dan bersikap defensif ketika dikonfrontasi.
Sementara itu, pembohong biasa umumnya berbohong karena kebiasaan atau untuk menghindari situasi tertentu. Mereka tetap menyadari perbedaan antara kenyataan dan kebohongan yang disampaikan.
Pembohong biasa cenderung menunjukkan tanda-tanda gugup seperti menghindari kontak mata, berkeringat, atau terbata-bata. Kebohongannya pun sering tidak terstruktur sehingga lebih mudah ditebak oleh lawan bicara.
Baik mythomania maupun kebohongan biasa dapat menimbulkan masalah kepercayaan dalam hubungan sosial. Jika merasa terjebak dalam situasi tersebut, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan arahan yang tepat. (Sumber: Hipwee).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....