Bupati Teluk Bintuni Canangkan Hari Peduli Sampah
- 19 Feb 2026 13:14 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Bintuni – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengawali pencanangan Hari Peduli Sampah Nasional, Kamis, 19 Februari 2026 di Pasar Sentral Bintuni. Dalam kegiatan tersebut, bupati bersama jajaran Forkopimda turun langsung membersihkan area pasar dengan mengangkat sampah plastik serta membersihkan selokan yang tersumbat.
Mengusung tema nasional “Kolaborasi untuk Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”, Bupati Yohanis menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di fasilitas umum. Ia menyebut, kegiatan bersih-bersih akan dilakukan secara rutin di pasar maupun fasilitas umum lainnya sesuai instruksi Presiden RI.
“Aksi peduli sampah ini pertama kali kita fokuskan di Pasar Sentral, kemudian akan dilanjutkan ke lokasi lainnya. Pemerintah juga akan rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup bersama Dinas PUPR akan terus memantau serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Hal ini dilakukan untuk mulai membiasakan budaya mebuang sampah pada tempatnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup, Markus Iba, mengatakan pihaknya tidak hanya menjalankan program peduli sampah, tetapi juga menyiapkan tempat pembuangan sementara (TPS) serta pengelolaan sampah berbasis 3R, yakni Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang).
“Untuk TPS, kita sudah punya di SP 1. SP 5 sementara kita persiapkan, dan di Kampung Lama sudah tersedia,” jelasnya.
Aksi bersih-bersih tersebut mendapat respons positif dari para pedagang dan warga sekitar. Mat Toker, salah seorang pedagang di Pasar Sentral, mengakui selama ini sampah di pasar kerap menumpuk dan menyumbat saluran air.
“Kami mendukung aktivitas pemerintah ini. Kami harap program ini berjalan terus. Kendalanya bukan pada fasilitas, tapi kadang warga sendiri yang belum mematuhi aturan, masih membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Warga lainnya, Yohana, menilai tumpukan sampah plastik terjadi karena kebiasaan sebagian masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan. Ia juga menyoroti adanya aktivitas pesta minuman keras di area pasar yang turut memperparah kondisi sampah.
“Orang mabuk sering duduk minum lalu buang sampah sembarangan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni berharap gerakan peduli sampah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan demi menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....