Momentum Rohani Sejarah Peradaban Pekabaran Injil di Papua
- 05 Feb 2026 13:08 WIB
- Manokwari
RRI.CO.ID, Manokwari - Peringatan 171 tahun Pekabaran Injil harus menjadi momentum kebangkitan rohani di tanah Papua. Kebangkitan yang tidak hanya terlihat dalam perayaan, tetapi dalam perubahan hidup yang nyata. Kebangkitan yang menghadirkan damai di tengah perbedaan, keadilan di tengah tantangan, dan harapan bagi masa depan.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-171 Pekabaran Injil di Tanah Papua tahun 2026 bukan sekadar acara seremoni tahunan gerejawi. Ia adalah momentum rohani, sejarah, dan peradaban bagi masyarakat tanah Papua. Injil yang datang ke tanah ini bukan hanya membawa Kitab Suci, tetapi juga membawa literasi, pendidikan, kesehatan, nilai kemanusiaan serta fondasi moral bagi kehidupan sosial.
| Baca juga: Kenapa Sehari Cuma 24 Jam? Ini Alasannya |
Injil membentuk karakter, memperkenalkan kasih, dan menuntun masyarakat bumi Cenderawasih memasuki peradaban baru yang berlandaskan iman dan persaudaraan. Momentum ini mengingatkan kita umat Kristiani bahwa Papua tidak hanya dibangun dengan kekayaan sumber daya alam (SDA), tetapi juga dengan kekayaan iman.
Papua membutuhkan pertobatan untuk menghadirkan keselamatan. Keselamatan yang dirasakan dalam keluarga, dalam gereja, dalam masyarakat, dan dalam kehidupan berbangsa. Sebab pertobatan membuka pintu keselamatan, dan keselamatan menghadirkan masa depan.
Mari jadikan momentum HUT Pekabaran Injil ke-171 ini sebagai titik balik. Bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi komitmen bersama untuk hidup dalam pertobatan yang sejati. Jika pertobatan sungguh terjadi, maka keselamatan akan nyata hadir di Tanah Papua membawa damai, persatuan, dan harapan bagi semua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....