Polda Papua Barat Dorong Swasembada Benih Lokal di Papua Barat
- 07 Mei 2026 18:28 WIB
- Manokwari
RRI. CO. ID, Manokwari - Upaya mewujudkan kemandirian pangan di Papua Barat terus didorong melalui pengembangan penangkaran benih lokal dan penanaman jagung di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari. Program yang digagas bersama lintas instansi tersebut difokuskan untuk memberdayakan petani milenial orang asli Papua (OAP).
Wakapolda Papua Barat, Sulastiana mengatakan, selama ini Papua Barat masih menghadapi persoalan keterbatasan benih karena sebagian besar pasokan didatangkan dari luar daerah. Kondisi itu membuat biaya distribusi menjadi tinggi dan proses pengiriman memerlukan waktu cukup lama.
Menurutnya, program penangkaran benih menjadi solusi untuk menciptakan kemandirian pertanian sekaligus menyiapkan generasi muda Papua agar terlibat aktif di sektor pangan.
“Kita ingin melahirkan petani muda yang tidak hanya bekerja, tetapi juga menjadi penggerak dan inspirasi bagi masyarakat lainnya,” kata Sulastiana di Manokwari, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia menjelaskan, program tersebut melibatkan mahasiswa Polbangtan Manokwari, kelompok tani Distrik Masni, serta satu kelompok tani khusus OAP. Kolaborasi itu dinilai penting agar para petani memperoleh pendampingan teknis dalam budidaya dan pengembangan benih.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Papua Barat turut memfasilitasi distribusi tiga ton benih jagung varietas RI Nusantara kepada kelompok tani yang telah terdaftar dalam CPCL Kementerian Pertanian. Bantuan itu diperuntukkan bagi 178 petani dengan rencana pengembangan lahan jagung seluas 60 hektar di Distrik Masni.
Selain penyaluran benih, dilakukan pula penyemaian benih varietas Srikandi Kuning di lahan sekitar 1,5 hektar. Produksi benih dari lahan tersebut diperkirakan mencapai 5,4 ton per hektar.
Sulastiana menilai penggunaan benih komposit menjadi pilihan tepat untuk dikembangkan di Papua Barat karena lebih mudah dikelola dan dapat ditanam kembali oleh petani. Ia juga mendorong agar kawasan SP5 dapat dikembangkan menjadi sentra produksi benih lokal.
Menurutnya, program tersebut bukan hanya berbicara soal produksi jagung, tetapi juga tentang pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ketahanan pangan daerah.
“Kita sedang membangun masa depan Papua Barat yang lebih mandiri dan kuat melalui sektor pertanian,” ujarnya.
Ia berharap program penangkaran benih dapat diperluas secara masif di seluruh kabupaten di Papua Barat sehingga target swasembada benih dan pangan dapat tercapai di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....