Dee Lestari Hadir di Festival Literasi Sulut 2026

  • 03 Okt 2026 13:12 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Penulis dan penyanyi Dee Lestari hadir pada hari pertama Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 di Museum Negeri Sulawesi Utara, Manado, Jumat, 2 Oktober 2026.

Kehadiran Dee Lestari menjadi salah satu rangkaian yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Dalam kegiatan tersebut, Dee mengisi talkshow dan book signing, sekaligus berbagi pengalaman mengenai perjalanan menulisnya.

Sejumlah peserta turut mengajukan pertanyaan, mulai dari proses menemukan ide tulisan hingga cara membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Dee yang juga menjalani peran sebagai single parent mengatakan, keseimbangan dalam kehidupan tidak selalu berarti membagi waktu secara sama rata untuk setiap aspek.

Ia kemudian membagikan konsep Four Burners Theory atau empat tungku kehidupan yang terdiri dari keluarga, kesehatan, pengembangan diri atau karier, serta relasi.

“Empat ini terlalu mahal jika salah satunya mati. Bagaimana mungkin kita bisa sepenuhnya meninggalkan kesehatan? Bagaimana mungkin kita sepenuhnya meninggalkan keluarga?” ujar Dee.

Dee juga memperkenalkan buku terbarunya berjudul Midpoint, yang menurutnya merupakan buku self-improvement yang berangkat dari pengalaman hidupnya dan dikemas secara semi-memoir.

Selain berbagi pengalaman sebagai penulis, Dee memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Literasi Sulawesi Utara. Ia menilai antusiasme pembaca di daerah cukup tinggi, meski akses untuk menghadiri kegiatan literasi seperti ini tidak selalu mudah.

“Animo dan antusiasme pembaca itu ada. Hanya saja kesempatan untuk pergi ke sini tidak sering dan tidak mudah. Dan tidak murah, tentu saja,” katanya.

Menurut Dee, kehadiran festival literasi di Sulawesi Utara dapat membuka peluang lebih besar bagi penulis dari luar daerah untuk datang dan bertemu langsung dengan pembaca.

Ia bahkan menyebut Festival Literasi Sulawesi Utara sebagai kegiatan yang layak diperhitungkan oleh para penulis.

“Saya bilang, nih, festival yang patut diperhitungkan,” ujar Dee.

Dee juga mengapresiasi dedikasi Putra-Putri Literasi Sulawesi Utara dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai gerakan literasi merupakan investasi yang dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Dampak dari gerakan literasi yang seperti ini, riaknya akan panjang dan akan luas,” katanya.

Festival Literasi Sulawesi Utara berlangsung pada 2 hingga 4 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan penulis, pegiat literasi, pelajar, serta komunitas budaya dan kesenian dalam berbagai rangkaian kegiatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....