Festival Literasi Sulut 2026 Bahas Jejak Jalur Rempah Nusantara

  • 02 Okt 2026 13:22 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Festival Literasi Sulawesi Utara menghadirkan bincang buku Jalur Rempah Nusantara sebagai salah satu rangkaian kegiatan yang berlangsung di Museum Negeri Sulawesi Utara, Jumat, 2 Oktober 2026.

Bincang buku tersebut menghadirkan Ersyad Mamonto sebagai penulis sekaligus narasumber, serta Wien Muldian, pendiri Baca di Tebet. Salah satu pembahasan dalam diskusi yakni posisi Binadou (Bintauna, Bolangitang, dan Dou Kaidipang) dalam jalur pelayaran dan perdagangan masa lalu.

Ersyad menjelaskan, kawasan Binadou memiliki peran penting sebagai salah satu titik persinggahan dan pendukung kebutuhan logistik kapal yang berlayar dari sejumlah wilayah.

“Pada intinya ini, Binadou dalam posisi Jalur Rempah itu juga adalah salah satu pemeranan penting,” ujar Ersyad.

Selain membahas sejarah, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mendorong minat baca dan kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam memahami serta menyaring informasi.

Salah satu peserta, Grify Enka, siswa kelas 10 SMA Negeri 1 Manado, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari diskusi tersebut. Ia mengatakan materi yang diperoleh mendorongnya untuk membaca lebih banyak buku sejarah.

Menurut Grify, festival literasi juga penting bagi pelajar untuk lebih kritis terhadap informasi yang diterima.

“Jika kita mendapatkan informasi-informasi yang hoaks, kita terlebih dahulu mencari kebenaran terlebih dahulu supaya kita lebih jelas, tidak minim literasi,” ujarnya.

Festival Literasi Sulawesi Utara berlangsung pada 2 hingga 4 Oktober 2026 . Kegiatan yang digelar Putra-Putri Literasi Sulawesi Utara bersama Dinas Kearsipan Daerah ini mempertemukan penulis, pegiat literasi dan pelajar dalam diskusi mengenai sejarah serta jejak Jalur Rempah Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....