Cabai Bantuan dari Probolinggo di Pasar Bersehati Diserbu, Ludes dalam 30 Menit

  • 21 Sep 2026 11:30 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Cabai rawit merah asal Probolinggo, Jawa Timur, langsung diserbu pembeli saat didistribusikan kepada pedagang di Pasar Bersehati Manado, Senin, 21 September 2026, pagi.

Antusiasme masyarakat terlihat dari cepatnya pasokan cabai yang terjual. Satu koli cabai dengan berat sekitar 30 kg ludes dalam waktu kurang dari setengah jam setelah didistribusikan kepada pedagang.

Seorang pedagang, Koko, mengatakan tingginya minat pembeli membuat cabai yang diterimanya cepat habis. Namun, proses penjualan sempat berlangsung tidak tertib karena banyak pembeli yang datang bersamaan.

"Ini habis tidak kurang setengah jam, cuma ini tidak tertib, jadi tidak tahu mana yang sudah bayar, mana yang belum," kata Koko.

Kondisi tersebut juga membuat pedagang mengalami kerugian karena terdapat barang yang terambil tanpa terlayani atau terbayar dengan baik. Salah seorang pembeli, Endang, mengaku terbantu dengan adanya distribusi cabai tersebut.

"Membantu, membantu sekali," kata Endang.

Ia berharap distribusi cabai dengan harga yang lebih terjangkau dapat terus dilakukan.

Sementara itu, distributor cabai di Pasar Bersehati, Yasin Gani, mengatakan cepatnya cabai terjual tidak lepas dari tingginya kebutuhan masyarakat.

"Untuk kebutuhan cabai rawit di Pasar Bersehati itu di kisaran 7 sampai 8 ton per hari. Kemudian untuk Sulawesi Utara, ini ada sekitar 16 sampai 17 ton per hari," kata Yasin.

Menurut Yasin, distribusi cabai pada Senin ini berjalan tanpa kendala. Pembagian pasokan juga dilakukan kepada pedagang di sejumlah pasar.

"Kalau untuk pembagian hari ini memang sudah rata seluruh pedagang yang ada di pasar-pasar. Dan ada beberapa pasar itu, ada 4 pasar sudah terpenuhi," ujarnya.

Cabai tersebut merupakan bagian dari Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) tahap kedua. Total 2,5 ton cabai dari Probolinggo didatangkan ke Sulawesi Utara untuk didistribusikan ke sejumlah pasar di Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Kotamobagu.

Untuk menjaga harga tetap terjangkau, cabai hasil distribusi tersebut ditetapkan dengan harga Rp57.000 per kilogram.

Yasin mengatakan pihaknya telah memberikan peringatan kepada pengecer agar tidak menjual cabai melebihi harga yang telah ditetapkan.

"Kalau harga untuk harga HAP-nya Rp57.000. Jadi kami sudah memberikan ultimatum di tingkat pengecer ketika mereka menjual dengan harga yang lebih dari Rp57.000, maka kami akan tarik kembali barang mereka," kata Yasin.

Tingginya kebutuhan cabai di Sulawesi Utara terjadi ketika pasokan dari sejumlah daerah pemasok mulai menurun. Yasin menyebut stok dari Gorontalo dan Makassar juga mulai mengalami penurunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....