Kemarau Panjang, SMPN 1 Kawangkoan Edukasi Siswa Cegah Kebakaran

  • 12 Sep 2026 22:35 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minahasa - SMP Negeri 1 Kawangkoan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau panjang. Salah satu langkah yang dilakukan pihak sekolah adalah memberikan sosialisasi dan edukasi kepada siswa mengenai berbagai aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Kepala SMP Negeri 1 Kawangkoan, Ferry Paisah, S.Pd., MM, mengatakan edukasi tersebut penting dilakukan sebagai langkah awal untuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan satuan pendidikan. Para siswa juga diingatkan menerapkan langkah pencegahan tersebut ketika berada di rumah maupun lingkungan permukiman.

“Mengantisipasi tidak terjadi musibah kebakaran di satuan pendidikan Sekolah SMP Negeri 1 Kawangkoan, maka langkah awal dilakukan sosialisasi edukasi kepada para siswa terkait dengan bahaya membakar sampah di musim kemarau panjang ini, baik di sekolah maupun di rumah dan di tengah permukiman warga,” ujar Ferry Paisah kepada RRI Manado.

Selain larangan membakar sampah sembarangan, siswa juga diberikan pemahaman mengenai bahaya puntung rokok yang masih menyisakan bara. Pesan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada orang tua maupun anggota keluarga yang merokok.

“Risiko membuang puntung rokok apabila tidak dimatikan bara apinya untuk disampaikan kepada orang tua perokok. Juga kalau sudah selesai melakukan praktik di sekolah untuk memperhatikan jaringan listrik apakah sudah dimatikan,” katanya.

Ferry menambahkan, pihak sekolah juga mengingatkan siswa agar menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau. Hal tersebut dilakukan karena sejumlah sumber air mengalami penurunan debit yang cukup signifikan.

Menurutnya, penghematan air perlu menjadi kebiasaan bersama, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah membangun kepedulian siswa terhadap kondisi lingkungan selama musim kemarau.

Untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran, SMP Negeri 1 Kawangkoan telah menyiapkan sejumlah sarana pemadam sederhana. Fasilitas tersebut berupa tabung pemadam kebakaran serta material manual seperti air dan pasir.

Ferry Paisah yang juga Ketua Forum MKKS SMP Kabupaten Minahasa mengatakan kesiapsiagaan tersebut diperlukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi sumber api. Pihak sekolah juga terus mengingatkan seluruh warga sekolah agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Langkah pencegahan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan seluruh warga sekolah dalam menghadapi risiko kebakaran selama kemarau panjang. Edukasi tersebut juga diharapkan dapat diterapkan siswa di lingkungan keluarga dan masyarakat.

(Jeff Assa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....