Wamen Mugiyanto: HAM Harus Jadi DNA dalam Kehidupan Masyarakat
- 10 Sep 2026 15:26 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) RI Mugiyanto menegaskan pentingnya penguatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi ASN, Pelajar dan Pelaku Usaha di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Kamis, 10 September 2026.
Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM Kementerian HAM RI bersama Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Tengah Wilayah Kerja Sulawesi Utara tersebut diikuti sekitar 500 peserta.
Dalam keynote speech-nya, Mugiyanto mengatakan, penghormatan terhadap HAM pada dasarnya merupakan upaya untuk menjaga martabat setiap manusia.
“Hak asasi manusia adalah memanusiakan manusia. Bagaimana menjaga martabat kemanusiaan, memastikan bahwa martabatnya sebagai manusia dijaga, dilindungi dan dipenuhi. Tidak boleh dikurangi, karena kalau dikurangi, martabat dia sebagai manusia berkurang,” ujar Mugiyanto.
Menurutnya, nilai-nilai HAM bukan sesuatu yang asing bagi Indonesia maupun Sulawesi Utara. Ia bahkan menyebut penghormatan terhadap HAM telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat.
“Hak asasi manusia sudah menjadi DNA-nya Sulawesi Utara. No debate, no question. Asasi manusia sudah menjadi roh dari Sulawesi Utara,” katanya menegaskan.
Sementara itu, sambutan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus yang dibacakan Wakil Gubernur Victor Mailangkay menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai HAM dalam tiga sektor utama, yakni pemerintahan, pendidikan dan dunia usaha.
Dalam sektor pemerintahan, Gubernur menilai ASN memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik yang berkeadilan dan nondiskriminatif.

“HAM adalah jiwa dan roh dari pemerintahan yang baik. ASN tidak boleh hanya bekerja secara mekanistis, tetapi harus berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat,” demikian sambutan Gubernur yang dibacakan Wagub.
Di sektor pendidikan, pemahaman HAM sejak dini dinilai menjadi benteng bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan, seperti perundungan, intoleransi dan ujaran kebencian, termasuk yang berkembang di media sosial.
Sementara di dunia usaha, prinsip HAM diharapkan berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi, terutama dalam menjamin keselamatan serta kesejahteraan tenaga kerja dan masyarakat sekitar.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Tengah, Mangatas Nadeak, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem yang sadar dan peduli HAM.

“Kami ingin memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat dalam mewujudkan penyelenggaraan bisnis yang berperspektif HAM, serta mendorong pemerintah daerah dan masyarakat membangun wilayah yang sadar dan peduli HAM di Provinsi Sulawesi Utara,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan penyerahan plakat antara Kementerian HAM RI dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kanwil Kementerian HAM Sulawesi Tengah dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa, Universitas Sam Ratulangi Manado, serta Universitas Negeri Manado.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....