El Nino Turunkan Debit Air Embung Kulo Remboken
- 07 Sep 2026 09:11 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Minahasa - Fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang dalam beberapa bulan terakhir berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah, termasuk di Desa Parepei, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa.
Debit air di Embung Kulo, Desa Parepei, dilaporkan mengalami penurunan sekitar 20 hingga 30 sentimeter dari permukaan air normal dalam beberapa minggu terakhir.
Hukum Tua Desa Parepei, Tenni Arthur Kasenda, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu dampak kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.
"Dampak El Nino ini telah menyebabkan menurunnya debit air di Embung Kulo Desa Parepei, Kecamatan Remboken sekitar 20 hingga 30 sentimeter dalam beberapa minggu terakhir ini," kata Tenni Arthur Kasenda kepada RRI Manado.
Menurut Kasenda, Embung Kulo memiliki peran penting bagi kebutuhan masyarakat karena menjadi salah satu sumber air yang dimanfaatkan warga untuk berbagai keperluan sehari-hari.
Air dari Embung Kulo dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan minum, mencuci, mandi, hingga mengairi persawahan. Pemanfaatannya tidak hanya bagi warga Desa Parepei, tetapi juga masyarakat di desa tetangga seperti Desa Timu, Sendangan, Paslaten, Talikuran, dan Leleko.
Selain memenuhi kebutuhan masyarakat dan membantu pengairan persawahan, Embung Kulo juga memiliki fungsi ekologis karena menjadi salah satu penyuplai air menuju Danau Tondano.
Kasenda mengatakan kondisi penurunan debit air tersebut perlu menjadi perhatian bersama, mengingat Embung Kulo memiliki fungsi penting bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.
Di sisi lain, Embung Kulo juga menjadi salah satu objek destinasi wisata yang cukup ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun domestik, terutama saat hari libur.
"Embung Kulo juga sebagai tempat objek destinasi wisata yang ramai dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun domestik di hari-hari libur karena airnya yang berwarna biru langit," ujar Kasenda.
Keberadaan sejumlah pohon besar yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun turut menjadi daya tarik kawasan Embung Kulo. Kondisi alam tersebut menjadikan embung tidak hanya memiliki fungsi sebagai sumber air, tetapi juga memiliki potensi wisata dan lingkungan yang perlu dijaga keberlangsungannya.
(Jeff Assa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....