Kemarau Panjang, 513 Hektare Sawah di Tompaso Terdampak Kekeringan
- 27 Agt 2026 13:15 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Minahasa - Sebanyak 513 hektare lahan persawahan di Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, saat ini tidak dapat berproduksi secara normal. Kondisi tersebut terjadi akibat menurunnya debit air serta lahan yang mengering dan mengalami retakan akibat musim kemarau berkepanjangan.
Camat Tompaso Stefry Hendra Pandey, mengatakan kondisi kekeringan mulai memberikan dampak terhadap produktivitas lahan pertanian masyarakat. Hal tersebut disampaikannya kepada RRI Manado, Rabu (26/8/2026).
Menurut Pandey, dalam kondisi normal lahan persawahan di wilayah Tompaso mampu menghasilkan sekitar lima hingga 6,2 ton gabah kering per hektare. Namun, kondisi kemarau panjang membuat ketersediaan air untuk mengairi lahan semakin terbatas.
Dampak kekeringan juga dirasakan petani tanaman hortikultura di Kecamatan Tompaso. Tanaman seperti bawang, cabai, dan tomat banyak mengalami gagal panen akibat kondisi tanah yang mengering, mengeras, dan terbelah.

"Lahan tanaman hortikultura seperti bawang, cabai, dan tomat banyak yang gagal panen. Bahkan, ada tanaman tomat yang tidak dipanen karena tanaman dan lahannya kering, mengeras, serta terbelah sehingga petani tidak bisa lagi bercocok tanam," ujar Pandey.
Pandey menambahkan, keberadaan sejumlah sumur bor atau sumur jiat di kawasan perkebunan belum mampu memberikan solusi maksimal bagi petani. Sejumlah fasilitas tersebut tidak berfungsi sebagaimana diharapkan karena mengalami kendala pada pompa, pasokan listrik, serta ketersediaan tenaga operator.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan petani dalam mendapatkan sumber air untuk mempertahankan produktivitas lahan. Pemerintah Kecamatan Tompaso berharap persoalan sarana pengairan dapat menjadi perhatian sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat ketika menghadapi kondisi kekeringan.
Di tengah dampak kemarau panjang, Pemerintah Kecamatan Tompaso bersyukur belum terdapat kasus menonjol terkait kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Kondisi tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah kecamatan dan pemerintah desa yang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran sampah secara sembarangan.
"Sejak beberapa bulan menghadapi musim El Nino, panas berkepanjangan disertai angin, tidak ada kasus atau insiden menonjol kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Tompaso. Pemerintah kecamatan dan pemerintah desa terus optimal melakukan sosialisasi terkait bahaya membakar sampah di permukiman maupun lahan produktif," pungkas Pandey.
Pemerintah Kecamatan Tompaso mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau berlangsung. Selain menjaga lahan dari risiko kebakaran, masyarakat juga diharapkan menggunakan sumber air secara bijak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....