BMKG: Puncak Kemarau 2026 Capai Agustus-September, Sulut Diminta Waspada Karhutla
- 04 Agt 2026 12:33 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau tahun 2026 akan terjadi pada Agustus hingga September. Kondisi kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan rata-rata normal.
BMKG mencatat sebanyak 48,8 persen wilayah Indonesia akan memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Sementara sekitar 25 persen wilayah lainnya diperkirakan mencapai puncak musim kemarau pada September 2026.
Di Sulawesi Utara, suhu udara yang terukur saat ini berkisar antara 30 hingga 33 derajat Celsius. Kondisi tersebut turut dipengaruhi berkurangnya curah hujan yang menyebabkan lahan menjadi lebih kering.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Manado, Karin Husna, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau berlangsung. Menurutnya, risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat seiring minimnya curah hujan di sejumlah wilayah.

"Curah hujan yang turun di wilayah Sulawesi Utara saat ini sangat berkurang sehingga kondisi lahan menjadi lebih kering. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," ucap Karin.
Selain itu, masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari. Warga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi, serta menggunakan pelindung kulit saat beraktivitas di bawah terik matahari.
Karin menjelaskan keberadaan beberapa siklon tropis dan bibit siklon di kawasan timur Filipina turut memengaruhi kondisi cuaca di Sulawesi Utara. Fenomena tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan angin yang membuat suhu terasa lebih panas dibandingkan suhu udara yang terukur.
"Angin di wilayah Sulawesi Utara akhir-akhir ini cukup kencang akibat aktivitas beberapa siklon dan bibit siklon. Kondisi itu menyebabkan suhu yang dirasakan masyarakat menjadi lebih panas," ujarnya.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama periode puncak musim kemarau. Langkah pencegahan dini dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana yang dapat ditimbulkan akibat cuaca kering berkepanjangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....