Tradisi Pengucapan Syukur, Bukti Kelestarian Budaya Lokal

  • 21 Jul 2026 09:12 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pemerhati Budaya Roy Kumaat memaparkan keberadaan tradisi pengucapan syukur di berbagai belahan wilayah Nusantara. Beliau menilai perayaan tahunan tersebut senantiasa dilestarikan masyarakat setempat melalui pemaknaan kebudayaan lokal.

"Kalau berbicara ucapan syukur, tentunya hampir semua daerah mungkin, hampir semua daerah ada," kata Roy Kumaat dalam dialog rri beberapa waktu lalu.

Pria tersebut menyoroti kemeriahan pelaksanaan tradisi syukuran di sejumlah wilayah Kabupaten Minahasa. Ia menyebutkan beberapa daerah selalu menggelar pesta rakyat tersebut secara amat meriah.

"memang yang selalu heboh-heboh kan ini Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Utara, dan juga Mitra. Nah Mitra nanti dilaksanakan Agustus itu untuk tahun 2026," sebutnya.

Masyarakat Kabupaten Minahasa Tenggara memproyeksikan pelaksanaan kegiatan kebudayaan daerah tersebut pada Agustus 2026. Warga setempat bakal menyelenggarakan rangkaian acara tradisi tahunan tersebut secara bergotong royong.

Para penduduk lokal mulai mengumpulkan bermacam bahan baku masakan tradisional untuk persiapan perayaan. Mereka bahu-membahu menyiapkan bahan alami guna mengolah bermacam hidangan khas daerah setempat.

"Iya, persiapan. Bulu, beras, dan lain sebagainya untuk bikin nasi jaha atau dodol," ucapnya.

Para pemuda juga membantu warga mengolah bambu serta beras ketan menjadi makanan tradisional. Mereka menyajikan hidangan nasi jaha dan dodol khas kepada para tamu perayaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....