Pengucapan Syukur di Minahasa Berawal dari Tradisi Panen
- 29 Jul 2026 07:45 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pemerhati budaya Roy Kumaat menjelaskan tradisi Pengucapan Syukur Minahasa berawal dari persembahan hasil panen pertama. Tradisi tersebut kini berkembang menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan atas berbagai berkat kehidupan.
Menurut Roy Kumaat, masyarakat Minahasa dahulu mengawali Pengucapan Syukur setelah memperoleh hasil panen pertama. Hasil panen itu dipersembahkan sebagai tanda syukur atas keberhasilan usaha yang diterima masyarakat.
"Namun dahulu kala, dikenal torang di Minahasa ini apabila ada panen dan untuk pendapatan pertama itu hasil panen yang pertama, nah itu yang akan diberikan sebagai ucapan," ucapnya dalam dialog rri beberapa waktu lalu.
Selanjutnya, tradisi tersebut mengalami perubahan seiring perkembangan pelaksanaan Pengucapan Syukur di tengah masyarakat. Perubahan itu tidak menghilangkan makna syukur kepada Tuhan sebagai pemberi kehidupan dan keberhasilan.
Kini masyarakat memaknai Pengucapan Syukur sebagai ungkapan terima kasih atas kehidupan dan berbagai berkat. Pelaksanaan tradisi tersebut tidak lagi terbatas pada hasil panen seperti masa sebelumnya.
"Nah saat ini pengucapan syukur itu sudah berbeda pelaksanaannya. Dalam hal ini, torang memberikan ucapan syukur kepada Tuhan yang memberikan hidup, yang memberikan berkat, memberikan keberhasilan, memberikan apapun yang setiap kali torang dapat," katanya lagi.
Keterangan tersebut disampaikan Roy Kumaat saat menjelaskan sejarah tradisi Pengucapan Syukur di Minahasa. Penjelasan itu menguraikan perubahan pelaksanaan tradisi tanpa menghilangkan makna syukur kepada Tuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....