Bawaslu Sulut Luncurkan Walewangko Pengawasan Pemilu
- 27 Jun 2026 18:21 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara menerima kunjungan Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM, Panitia Pemilihan Remaja Teladan Sinode GMIM, serta para finalis Remaja Teladan Sinode GMIM 2026 di Kantor Bawaslu Sulut, Jumat, 26 Juni 2026.
Kunjungan yang menjadi bagian dari Roadshow Kebangsaan dan Kepemimpinan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran Walewangko Pengawasan Pemilu, sebuah program edukasi yang menjadikan Kantor Bawaslu Sulut sebagai ruang belajar demokrasi dan kepemiluan bagi masyarakat.
Rombongan diterima Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh, Anggota Bawaslu Sulut Erwin F. Sumampouw, Kepala Sekretariat Aldrin A. Christian, beserta jajaran sekretariat. Para peserta juga diajak mengenal lebih dekat lingkungan kerja Bawaslu melalui tur kantor, mulai dari galeri pengawasan pemilu, ruang PPID, ruang sidang, studio podcast, hingga Command Center.
Ketua Panitia Pemilihan Remaja Teladan Sinode GMIM, Briliant Maengko, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memperluas wawasan generasi muda mengenai demokrasi dan kepemiluan.
"Tujuan kunjungan kami sederhana, yaitu agar generasi muda memiliki pemahaman yang baik tentang demokrasi dan kepemiluan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Sulut, Aldrin A. Christian, menegaskan komitmen lembaganya untuk membuka ruang belajar bagi masyarakat.
"Kami ingin Bawaslu tidak hanya dikenal sebagai lembaga penyelenggara pemilu, tetapi juga menjadi rumah bagi siapa saja yang ingin belajar tentang demokrasi dan pengawasan pemilu," katanya.
Pada kesempatan itu, Anggota Bawaslu Sulut Erwin F. Sumampouw mengajak para finalis yang didominasi Generasi Z agar menjadi penyebar informasi positif serta berperan aktif menolak politik uang dan penyebaran hoaks.
"Adik-adik dapat menjadi agen Bawaslu di lingkungan masing-masing dengan menyampaikan informasi yang benar tentang pemilu. Politik uang maupun hoaks harus kita tolak karena keduanya merusak kualitas demokrasi," ujar Erwin.
Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh menjelaskan bahwa Walewangko Pengawasan Pemilu telah dirancang sebagai media pendidikan demokrasi bagi masyarakat. Dalam bahasa Minahasa, Walewangko berarti rumah besar yang mencerminkan keterbukaan Bawaslu sebagai tempat belajar bersama.
"Kami ingin kantor ini menjadi Rumah Besar Pengawasan Pemilu. Masyarakat, khususnya generasi muda, dapat datang, belajar, dan memahami bagaimana demokrasi serta pengawasan pemilu dijalankan," kata Ardiles.
Menurutnya, generasi muda yang akan menjadi pemilih pada Pemilu 2029 perlu dibekali pemahaman yang baik agar mampu berpartisipasi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai politik uang, integritas penyelenggara pemilu, netralitas aparatur sipil negara (ASN), hingga mekanisme pengawasan terhadap Bawaslu.
Menanggapi hal itu, Erwin menjelaskan bahwa pengawasan pemilu akan semakin efektif jika melibatkan partisipasi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa Bawaslu diawasi melalui mekanisme etik oleh DKPP sehingga akuntabilitas lembaga tetap terjaga.
Melalui program Walewangko Pengawasan Pemilu, Bawaslu Sulut berharap semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda, yang memahami pentingnya pengawasan partisipatif demi mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....