Pembangunan Tempat Wisata Diduga Mencemarkan Air Tanah di Desa Koha Minahasa
- 23 Apr 2026 18:33 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Minahasa : Warga Desa Koha Kabupaten Minahasa dibuat resah oleh pembangunan tempat wisata yang berlangsung diatas lahan atau tanah milik seorang pengusaha berinisial WL alias Wenny yang berlokasi di perkebunan Desa Agotey.
Warga Koha bahkan mendatangi langsung lokasi pembangunan tempat wisata tersebut, untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Salah seorang warga mengungkapkan air untuk kebutuhan rumah tangga sebelum ada pembangunan aman dan bersih namun kini sudah tercemar.
"Air bersih yang selama ini kami konsumsi saat ini sudah tercemar. Airnya sekarang kecoklatan setelah ada pembangunan tempat Wisata yang berada diatas lahan milik Bapak WL", ungkap seorang warga.
Tidak hanya itu, warga Desa Koha merasa cemas dari ancaman banjir bandang.
Menanggapi aspirasi masyarakat Desa Koha, Staff Khusus Gubernur Bidang Lingkungan Hidup Dolfi Makawena menyampaikan, akan turun langsung ke lokasi untuk melihat langsung dampak dari pembangunan tempat wisata tersebut.
"Besok saya akan turun kelokasi untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat Desa Koha. Saya juga akan melihat langsung situasi disana untuk menindaklanjuti laporan masyakat terkait pencemaran air tanah dan ancaman banjir bandang," ucap Makawena.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Reiner Dondokambey menjelaskan, lahan yang akan dibangun tempat wisata di perkebunan Desa Ahotey milik WL tidak bermasalah.
"Lahan milik pribadi bapak WL yang akan dibangun tempat wisata di Perkebunan Desa Agotey. Petugas dari Dinas Kehutanan sudah turun langsung kelokasi untuk memetakan apakah lahan tersebut masuk kawasan hutan atau tidak. Dari hasil pemetaan lahan yang akan dibangun tempat wisata tidak masuk dalam kawasan hutan", jelas Dondokambey.
Sayangnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Utara Weldy Poli tidak merespon saat akan dikonfirmasi RRI baik lewat telepon maupun pesan singkat WA terkait masalah ini yakni dugaan pencemaran air tanah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....