Jantung Ayam, Alternatif Sumber Protein Hewani yang Kaya Nutrisi
- 04 Mei 2026 20:55 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Jantung ayam merupakan salah satu bahan pangan hewani yang sering kali kurang mendapat perhatian, padahal memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Jantung ayam diketahui mengandung protein tinggi, zat besi heme, serta vitamin B12 yang berperan penting dalam mendukung kesehatan darah, otot, dan sistem saraf.
Dalam 100 gram jantung ayam, terkandung sekitar 26 gram protein. Jumlah ini menjadikannya sebagai salah satu sumber protein hewani yang cukup padat nutrisi. Protein sendiri memiliki peran penting dalam tubuh, mulai dari pembentukan jaringan seperti rambut, kulit, dan kuku, hingga membantu proses regenerasi sel dan pembentukan enzim.
Kebutuhan protein harian manusia berbeda-beda, namun secara umum tubuh membutuhkan sekitar 7 gram protein untuk setiap 9 kilogram berat badan. Sebagai contoh, seseorang dengan berat badan 68 kilogram membutuhkan sekitar 52,5 gram protein per hari. Dengan kandungan tersebut, satu porsi jantung ayam dapat menyumbang hampir setengah dari kebutuhan protein harian seseorang.
Selain protein, jantung ayam juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti zat besi, vitamin B kompleks, selenium, dan zinc. Zat besi dalam jantung ayam berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, lemah, dan berisiko mengalami anemia.
Tidak hanya itu, jantung ayam juga mengandung lemak jenuh dalam jumlah relatif lebih rendah dibandingkan beberapa jenis daging merah lainnya. Dalam setiap 100 gram jantung ayam, terdapat sekitar 2,26 gram lemak jenuh. Meski demikian, para ahli kesehatan tetap menyarankan agar konsumsi lemak jenuh dibatasi, yakni tidak lebih dari 7 hingga 10 persen dari kebutuhan kalori harian, untuk menjaga kesehatan jantung dan kadar kolesterol.
Dibandingkan daging olahan seperti daging giling atau steak, jantung ayam dinilai memiliki kadar lemak jenuh yang lebih rendah sehingga dapat menjadi alternatif sumber protein hewani yang lebih baik jika dikonsumsi secara seimbang.
Meski kaya manfaat, konsumsi jantung ayam tetap perlu diperhatikan, terutama bagi individu dengan kadar asam urat tinggi. Hal ini dikarenakan jantung ayam mengandung purin dalam jumlah yang cukup tinggi, yang dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam tubuh jika dikonsumsi berlebihan.
Konsumsi jantung ayam dilakukan dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan, terutama bagi penderita gangguan metabolisme tertentu. Dengan pengaturan pola makan yang tepat, jantung ayam tetap dapat menjadi bagian dari menu sehat sehari-hari.
Di tengah masyarakat, jantung ayam sering kali dianggap sebagai bagian makanan yang kurang populer bahkan sebagian orang menganggapnya tidak menarik untuk dikonsumsi. Namun, faktanya bahan pangan ini memiliki nilai gizi tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh apabila diolah dengan baik dan dikonsumsi secara bijak.
Dengan kandungan protein, vitamin, dan mineral yang melimpah, jantung ayam dapat menjadi salah satu pilihan sumber nutrisi yang ekonomis dan bermanfaat. Namun, kesadaran akan porsi dan frekuensi konsumsi tetap menjadi kunci utama agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
(Sumber:tribratanews.polri.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....