Tempe Pangan Lokal Kaya Gizi untuk Anak

  • 18 Okt 2025 17:03 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Tempe, makanan tradisional khas Indonesia yang berasal dari fermentasi kedelai, kembali mendapat sorotan sebagai salah satu sumber gizi unggulan yang bermanfaat untuk semua kelompok usia, terutama anak-anak. Dikutip dari laman polri.go.id, tempe dikenal sebagai bahan makanan murah meriah namun kaya manfaat. Kandungan gizinya yang lengkap menjadikan tempe sebagai pilihan pangan sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Tempe mengandung protein tinggi yang mendukung pertumbuhan, kalsium untuk kekuatan tulang, zat besi yang berperan dalam pencegahan anemia, serta probiotik yang baik untuk sistem pencernaan dan kekebalan tubuh. Tak hanya itu, tempe juga memiliki kandungan lemak sehat yang menunjang perkembangan otak, serta serat yang membantu mencegah sembelit pada anak-anak.

Tempe dibuat melalui proses fermentasi dengan jamur Rhizopus oligosporus, yang meningkatkan nilai gizinya dibanding bahan dasar kedelai murni. Proses ini juga menghasilkan enzim-enzim seperti protease, lipase, dan amilase, yang mengubah protein, lemak, dan karbohidrat kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga lebih mudah diserap tubuh.

Tempe direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh semua kelompok umur, termasuk bayi mulai usia enam bulan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI), karena kandungan proteinnya yang hampir setara dengan daging. Tempe juga dapat dijadikan sebagai alternatif sumber protein nabati yang lebih ekonomis dibandingkan produk hewani.

Dalam setiap 100 gram tempe, terkandung sekitar 195 kalori, 20 gram protein, 11 gram lemak, serta berbagai jenis asam lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan. Tempe juga mengandung omega-3 dalam bentuk asam alfa-linolenat, yang penting untuk perkembangan otak dan mata anak.

Kandungan gizi tempe lainnya meliputi zat besi (mencapai hampir 15% dari kebutuhan harian), kalsium (10%), riboflavin (20%), niasin (13%), magnesium (20%), fosfor (22%), dan mangan (56%). Selain itu, tempe juga mengandung senyawa fungsional seperti isoflavon, saponin, lesitin, fitosterol, dan berbagai jenis asam amino yang bermanfaat bagi tubuh.

Salah satu kandungan penting dalam tempe, yaitu arginin, bahkan diketahui dua kali lebih tinggi dibandingkan pada kedelai mentah. Arginin berperan dalam memperbaiki profil lipid, membantu pengaturan kadar gula darah, serta mempercepat penyembuhan luka, khususnya pada penderita diabetes mellitus. Tempe juga dikenal sebagai makanan yang mengandung antioksidan alami, seperti asam amino, tocoferol, dan isoflavon, yang berfungsi menangkal radikal bebas dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Dengan beragam manfaat yang dimilikinya, tempe layak menjadi bagian dari pola makan sehat sehari-hari, baik untuk anak-anak, dewasa, hingga lansia. Sebagai produk lokal dengan harga terjangkau dan kandungan nutrisi tinggi, tempe menjadi salah satu solusi pangan fungsional dalam mendukung ketahanan gizi keluarga Indonesia.

(Tetty B Pangemanan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....