Benarkah Berbicara Negatif kepada Diri Sendiri Dapat Berdampak Buruk pada Otak?
- 04 Okt 2026 20:33 WIB
- Manado
RRI.CO.ID,Manado - Berbicara negatif kepada diri sendiri atau negative self-talk merupakan kebiasaan yang sering tidak disadari. Kalimat seperti "Saya tidak mampu", "Saya selalu gagal", atau "Saya tidak cukup baik" mungkin terdengar sederhana. Namun, jika terus berulang, kebiasaan ini dapat memengaruhi kesehatan mental dan cara otak memproses pikiran serta emosi.
Dari laman Scientific Reports (2021), Berbicara negatif kepada diri sendiri sebenarnya merupakan hal yang cukup umum. Namun, jika dilakukan secara terus-menerus, kebiasaan ini dapat meningkatkan stres, memperburuk suasana hati, dan memengaruhi kepercayaan diri seseorang.
Sejumlah penelitian di bidang psikologi menunjukkan bahwa pola pikir negatif yang berulang berkaitan dengan kecemasan dan depresi. Pikiran negatif juga dapat membuat seseorang lebih mudah berfokus pada kegagalan dibandingkan keberhasilan.
| Baca juga: Terlalu Lama Main HP, Apa Dampaknya? |
Bagaimana Pengaruhnya terhadap Otak?
Ketika seseorang terus-menerus berpikir negatif, otak dapat terbiasa memproses informasi melalui sudut pandang yang pesimistis. Kondisi ini berkaitan dengan aktivitas sejumlah bagian otak, termasuk amigdala yang berperan dalam memproses emosi dan respons terhadap ancaman.
Pikiran negatif yang berulang juga dapat memicu respons stres. Jika stres berlangsung dalam waktu lama, hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi, daya ingat, serta kualitas tidur.
| Baca juga: Udara Tercemar, Kesehatan Terancam |
Meski demikian, bukan berarti setiap pikiran negatif dapat merusak otak secara langsung. Dampaknya bergantung pada frekuensi, intensitas, dan kondisi psikologis seseorang.
Cara Mengurangi Kebiasaan Berbicara Negatif kepada Diri Sendiri
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebiasaan tersebut, antara lain:
- Mengenali pikiran negatif. Sadari ketika muncul pikiran yang merendahkan diri sendiri dan pahami bahwa pikiran tersebut belum tentu mencerminkan kenyataan.
- Mengganti kalimat negatif. Cobalah mengganti kalimat "Saya tidak bisa" menjadi "Saya masih bisa belajar dan mencoba."
- Menghargai diri sendiri. Berikan apresiasi terhadap usaha yang telah dilakukan, meskipun hasilnya belum sesuai harapan.
- Beristirahat dan bercerita. Luangkan waktu untuk beristirahat dan berbagi cerita dengan orang yang dipercaya ketika pikiran negatif terasa mengganggu.
Jika pikiran negatif terus-menerus muncul hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, seseorang dapat mencari bantuan dari psikolog atau tenaga kesehatan mental.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....