Kadar Lemak Berlebih Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis

  • 12 Sep 2026 20:09 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Kadar lemak yang berlebihan dalam tubuh dapat memicu obesitas dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Kondisi tersebut antara lain penyakit jantung koroner, stroke, hingga diabetes melitus. Mengutip informasi dari laman polri.go.id lemak pada dasarnya merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Lemak berfungsi sebagai sumber energi sekaligus membantu melindungi organ tubuh. Namun, jika jumlahnya berlebihan, lemak dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Salah satu dampak yang paling umum adalah obesitas. Kelebihan lemak dapat menyebabkan berat badan terus meningkat dan berisiko mengganggu kesehatan tubuh. Selain itu, tingginya konsumsi lemak jenuh dan lemak trans juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Jenis lemak tersebut dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak di pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan penyakit pembuluh darah.

Kelebihan lemak tubuh juga berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2. Penumpukan lemak dapat mengganggu kerja insulin sehingga kadar gula dalam darah menjadi lebih sulit dikendalikan. Risiko lainnya adalah tekanan darah tinggi dan gangguan pada organ hati. Penumpukan lemak dapat memengaruhi sistem peredaran darah, sementara kelebihan lemak di hati dapat menyebabkan perlemakan hati non-alkoholik yang berpotensi mengganggu fungsi hati.

Untuk mencegah penumpukan lemak berlebih, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak sayuran, buah, dan biji-bijian, serta membatasi makanan yang tinggi lemak jenuh, gula, dan kalori. Aktivitas fisik secara rutin juga penting dilakukan. Jalan kaki, berlari, berenang, maupun olahraga lainnya dapat membantu menjaga berat badan dan meningkatkan kebugaran tubuh.

Selain itu, masyarakat perlu membatasi konsumsi makanan olahan, makanan cepat saji, minuman manis, serta camilan tinggi kalori. Mengatur porsi makan dan mencukupi kebutuhan cairan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan. Kenaikan berat badan pada dasarnya terjadi ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih besar dibandingkan energi yang digunakan. Jika berlangsung dalam waktu lama, kelebihan energi tersebut akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak.

Karena itu, menjaga keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik menjadi langkah penting untuk mengendalikan berat badan sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis. Dengan menerapkan pola makan sehat, aktif bergerak, dan menjaga berat badan tetap ideal, masyarakat dapat membantu mengontrol kadar lemak dalam tubuh dan menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

(Sumber:tribratanews.polri.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....