Mengenal ISPA, Penyakit Pernapasan yang Perlu Diwaspadai
- 26 Agt 2026 17:08 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Batuk, pilek, dan sakit tenggorokan sering dianggap sebagai keluhan ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, gejala tersebut juga dapat menjadi tanda Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Penyakit ini masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh yang lemah.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, sinus, tenggorokan hingga paru-paru. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh virus, meskipun dalam beberapa kasus dapat disebabkan oleh bakteri. ISPA dapat menular melalui percikan air liur ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang telah terkontaminasi dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.
| Baca juga: Udara Tercemar, Kesehatan Terancam |
Gejala ISPA yang umum ditemukan antara lain batuk, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, bersin, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, tubuh terasa lemas, suara serak, hingga menurunnya nafsu makan. Namun, masyarakat perlu mewaspadai gejala yang lebih berat, seperti sesak napas, napas cepat, nyeri dada, hingga bibir tampak kebiruan. Kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis segera.
Penyakit saluran pernapasan termasuk dalam sepuluh penyakit yang banyak ditemukan di Indonesia. Selain infeksi virus dan bakteri, kualitas udara yang buruk juga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ISPA, terutama di wilayah perkotaan.
Sejumlah kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami ISPA maupun komplikasi, di antaranya bayi dan balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis seperti asma, penyakit paru, penyakit jantung, dan diabetes. Perokok aktif maupun pasif serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun juga perlu lebih waspada.
Risiko ISPA dapat meningkat akibat paparan asap rokok, polusi udara, ventilasi rumah yang buruk, kepadatan hunian, lingkungan yang kurang bersih, status gizi yang kurang, serta imunisasi anak yang belum lengkap. Untuk mencegah ISPA, masyarakat dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta menggunakan masker ketika sedang sakit atau saat kualitas udara memburuk.
Masyarakat juga disarankan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan, tidak merokok dan menghindari asap rokok, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, olahraga secara rutin, dan melengkapi imunisasi sesuai jadwal juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
ISPA memang sering menimbulkan gejala yang ringan, tetapi bukan berarti dapat diabaikan. Dengan mengenali gejala, menghindari faktor risiko, dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko penularan serta menjaga kesehatan saluran pernapasan. Jika muncul gejala berat seperti sesak napas, napas cepat, nyeri dada, atau perubahan warna bibir menjadi kebiruan, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
(Sumber:kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....