Ingin Tenang? Waspadai Kebiasaan yang Bisa Menguras Pikiran
- 21 Agt 2026 08:33 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado – Di tengah kehidupan yang semakin cepat, keinginan untuk merasa tenang terkadang justru sulit diwujudkan. Sebagaimana dikutip dari laman www.apa.org Pekerjaan, masalah keluarga, kondisi keuangan, hubungan sosial, hingga informasi yang terus masuk melalui ponsel dapat membuat pikiran seolah tidak pernah benar-benar berhenti. Stres sebenarnya merupakan bagian normal dari kehidupan, tetapi ketika berlangsung terus-menerus dan tidak dikelola dengan baik, stres dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.
Terlalu banyak memikirkan hal yang belum tentu terjadi
Dilansir dari laman communityhealth.mayoclinic.org Salah satu kebiasaan yang paling menguras energi mental adalah overthinking atau terus memikirkan kemungkinan buruk. Kita sering mengulang kejadian masa lalu, membayangkan apa yang akan terjadi, atau memikirkan berbagai skenario yang sebenarnya belum tentu terjadi. Pikiran negatif, kekhawatiran berlebihan, perfeksionisme, dan ekspektasi yang tidak realistis dapat meningkatkan tekanan psikologis.
Terlalu sering mengecek media sosial
| Baca juga: Manfaat Minum Teh Tawar Bagi Kesehatan |
Ponsel memang membuat komunikasi menjadi mudah, tetapi terlalu sering menerima notifikasi, mengecek pesan, atau terus menggulir media sosial dapat membuat otak sulit beristirahat. American Psychological Association mencatat bahwa penggunaan teknologi juga dapat menjadi sumber stres dan menyarankan agar seseorang mengatur penggunaan perangkat digital, termasuk mematikan notifikasi yang tidak penting dan memberikan waktu untuk benar-benar terlepas dari perangkat.
Membawa pekerjaan sampai ke waktu istirahat
Kebiasaan selalu merasa harus produktif juga dapat menguras pikiran. Ketika pekerjaan terus dibawa ke rumah, seseorang kehilangan batas yang jelas antara waktu bekerja dan waktu beristirahat. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat membuat tubuh dan pikiran sulit mendapatkan kesempatan untuk pulih. Mengurangi beban yang tidak perlu, meminta bantuan, serta membuat batasan yang sehat merupakan beberapa strategi yang direkomendasikan untuk mengelola stres.
Kurang tidur karena terlalu banyak pikiran
Tidur bukan sekadar waktu untuk memejamkan mata. Saat tidur, tubuh dan otak mendapatkan kesempatan untuk memulihkan diri. Stres dapat mengganggu tidur, sementara kurang tidur juga dapat memengaruhi suasana hati, konsentrasi, energi, dan kemampuan menghadapi tekanan. Karena itu, menjaga jadwal tidur yang konsisten dan menciptakan rutinitas yang menenangkan sebelum tidur dapat membantu. Sumber:
Terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain
Media sosial juga dapat membuat seseorang tanpa sadar membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain. Masalahnya, apa yang terlihat di media sosial biasanya hanya sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Penggunaan media sosial secara pasif, seperti terus-menerus melihat unggahan orang lain, dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah.
Memendam semuanya sendirian
| Baca juga: Perbedaan Introvert dan Pemalu |
Ada anggapan bahwa kuat berarti harus mampu menghadapi semua masalah seorang diri. Padahal, memiliki orang yang dapat dipercaya untuk berbicara dapat membantu seseorang menghadapi tekanan dengan lebih baik. Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan ketahanan seseorang terhadap stres. Berbicara dengan keluarga, sahabat, atau orang yang dipercaya bukan berarti lemah, tetapi dapat menjadi bagian dari cara menjaga kesehatan mental.
Bagaimana agar pikiran lebih tenang?
Ketenangan tidak selalu berarti hidup tanpa masalah. Yang lebih penting adalah bagaimana kita merespons masalah tersebut. Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu antara lain melakukan aktivitas fisik secara rutin, mendapatkan tidur yang cukup, melakukan latihan pernapasan atau meditasi, menyediakan waktu untuk hobi, berbicara dengan orang terdekat, serta mengurangi kebiasaan yang memicu stres.
Jika rasa tertekan, cemas, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, atau perasaan kewalahan terus berlangsung dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental dapat membantu mengenali sumber stres dan menemukan cara menghadapinya secara lebih sehat.
Pada akhirnya, ingin hidup lebih tenang bukan berarti harus menghilangkan semua masalah. Kita mungkin tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi di luar diri kita, tetapi kita dapat belajar mengatur respons, menentukan mana yang perlu dipikirkan dan mana yang perlu dilepaskan. Kadang-kadang, ketenangan justru dimulai dari hal sederhana: berhenti sejenak, menarik napas, meletakkan ponsel, dan memberi kesempatan kepada pikiran untuk beristirahat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....