Insomnia pada Orang Dewasa: Dari Stres hingga Gaya Hidup
- 08 Agt 2026 21:36 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami oleh orang dewasa. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan untuk mulai tidur, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu pagi dan sulit tidur kembali. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup sehingga seseorang merasa lelah, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas.
Mengutip Psikologi Today, salah satu penyebab utama insomnia pada usia dewasa adalah stres. Tekanan pekerjaan, masalah keuangan, konflik keluarga, maupun kekhawatiran terhadap masa depan dapat membuat pikiran terus aktif saat malam hari. Ketika otak sulit rileks, tubuh pun kesulitan memasuki fase tidur yang berkualitas.
| Baca juga: Manfaat Buah Ceri untuk Kesehatan |
Selain stres, kebiasaan sehari-hari juga berperan besar. Mengonsumsi kopi, teh, minuman berenergi, atau merokok menjelang waktu tidur dapat menghambat rasa kantuk. Begitu pula dengan penggunaan ponsel, tablet, atau komputer sebelum tidur. Cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu mengatur siklus tidur.
Faktor kesehatan juga tidak boleh diabaikan. Nyeri kronis, gangguan lambung, sleep apnea, gangguan tiroid, hingga kecemasan dan depresi dapat memicu insomnia. Pada sebagian orang, penggunaan obat-obatan tertentu juga memiliki efek samping yang membuat tidur menjadi tidak nyenyak.
| Baca juga: Pahami Gejala Umum Tubuh Mengalami Dehidrasi |
Untuk mengurangi risiko insomnia, penting menerapkan pola hidup sehat. Cobalah tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, ciptakan suasana kamar yang nyaman, hindari konsumsi kafein pada sore dan malam hari, serta lakukan relaksasi ringan sebelum tidur, seperti membaca buku atau latihan pernapasan.
Jika insomnia berlangsung lebih dari beberapa minggu, terjadi hampir setiap malam, atau mulai mengganggu pekerjaan dan kualitas hidup, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga kesehatan. Penanganan yang tepat dapat membantu menemukan penyebab utama insomnia dan menentukan terapi yang sesuai, sehingga kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan dapat kembali membaik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....