Duduk Lebih dari 30 Menit Tanpa Jeda Picu Risiko Kematian Akibat Kanker
- 06 Jul 2026 17:16 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Gaya hidup sedentari atau kurang bergerak sering kali dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan kronis. Namun, sebuah penelitian terbaru membawa peringatan yang lebih spesifik: duduk atau berbaring dalam kondisi terjaga selama lebih dari 30 menit berturut-turut setiap hari dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker.
Studi berskala besar yang diterbitkan dalam jurnal Plos Medicine ini melacak lebih dari 91.000 partisipan di UK Biobank selama rata-rata 12 tahun menggunakan perangkat berbasis wearable. Hasilnya mengejutkan, setiap tambahan satu jam perilaku sedentari yang terus-menerus setiap harinya berkaitan dengan kenaikan risiko kematian akibat kanker sebesar 10 persen.
Kabar baiknya, risiko ini dapat ditekan secara signifikan hanya dengan memutus waktu duduk Anda lewat gerakan-gerakan sederhana.
"Data kami menunjukkan bahwa duduk lebih dari 30 menit sekaligus sangat terkait dengan risiko kanker yang lebih tinggi. Berita baiknya adalah menghentikan waktu duduk Anda dengan sesuatu yang sederhana seperti jalan kaki singkat dapat memberikan perlindungan," ujar Dr. Frederick Ho, pemimpin penelitian dari University of Glasgow, seperti dikutip dari The Guardian.
Dr. Ho menambahkan bahwa pedoman kesehatan saat ini cenderung terlalu berfokus pada olahraga dengan intensitas sedang hingga berat. Padahal, gerakan ringan sehari-hari juga memiliki dampak yang tidak boleh diabaikan.
Menyetrika dan Mencuci Piring Bisa Jadi Penyelamat
Penelitian ini mengungkapkan bahwa durasi dan intensitas aktivitas pengganti memberikan efek protektif yang berbeda-beda:
- Aktivitas Fisik Ringan: Mengganti satu jam waktu sedentari dengan aktivitas ringan seperti menyetrika baju atau mencuci piring dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat kanker sebesar 12 persen.
- Aktivitas Fisik Sedang: Mengganti 30 menit waktu diam dengan berjalan kaki dengan kecepatan rata-rata menurunkan risiko sebesar 8 persen.
- Aktivitas Fisik Berat: Mengganti hanya 5 menit waktu diam dengan olahraga berat atau intensitas tinggi setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko hingga 22 persen.
Meski temuan ini memberikan wawasan baru yang berharga bagi dunia medis, para ahli mengingatkan masyarakat untuk menyikapinya dengan bijak. Prof. Kevin McConway, Profesor Emeritus Statistika Terapan di Open University yang tidak terlibat dalam studi ini, menekankan bahwa penelitian ini merupakan studi observasional yang dianalisis secara statistik. Artinya, studi ini baru menemukan pola hubungan (korelasi) dan belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat (kausalitas) secara pasti.
Kendati demikian, para peneliti sepakat bahwa bangun dari tempat duduk setiap 30 menit sekali, meski hanya untuk sekadar berjalan di sekitar ruangan kantor atau rumah adalah langkah awal yang sangat baik untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....