Pentingnya Deteksi Dini Hipertensi melalui Cek Tekanan Darah Berkala
- 25 Mei 2026 13:42 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Mengukur tekanan darah secara rutin di rumah menjadi langkah penting dalam mendeteksi hipertensi sejak dini serta mencegah berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal. Kebiasaan ini juga membantu masyarakat memantau efektivitas pola hidup sehat maupun pengobatan yang sedang dijalani.
Dikutip dari kemkes.go.id pemeriksaan tekanan darah secara mandiri di rumah sangat dianjurkan, terutama bagi penderita hipertensi maupun mereka yang memiliki faktor risiko tertentu. Sejumlah dokter dan tenaga kesehatan menyebut pemeriksaan rutin sebaiknya dilakukan bahkan sebelum muncul keluhan.
Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami tekanan darah tinggi hingga muncul komplikasi serius.
Pemantauan tekanan darah di rumah dinilai efektif membantu diagnosis dini. Dengan pemeriksaan rutin, dokter dapat lebih cepat mendeteksi tekanan darah tinggi dibandingkan hanya mengandalkan pemeriksaan sesekali di fasilitas kesehatan. Pemantauan mandiri juga penting bagi penderita diabetes dan gangguan ginjal yang berisiko mengalami hipertensi.
Selain membantu deteksi dini, pengukuran tekanan darah rutin juga dapat mengantisipasi risiko komplikasi. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah di berbagai organ tubuh. Kondisi ini dapat memicu stroke, kerusakan retina mata, gagal jantung, gagal ginjal, hingga penyumbatan pembuluh darah pada kaki.
Tekanan darah tinggi itu berarti tekanan di pembuluh darah tinggi. Setiap organ memiliki pembuluh darah, sehingga jika terus-menerus mendapat tekanan akan terjadi kerusakan.
Banyak pasien baru menyadari dirinya mengalami hipertensi setelah terkena stroke, mengalami pandangan kabur, sakit dada, lemah tubuh, atau gangguan ginjal. Karena itu, hipertensi perlu dideteksi secara aktif melalui Pengukuran Tekanan Darah di Rumah (PTDR).
Pemantauan tekanan darah secara mandiri juga membantu pasien dan dokter mengevaluasi efektivitas pengobatan. Perubahan gaya hidup maupun konsumsi obat dapat dipantau melalui hasil tekanan darah harian, sehingga dokter dapat menentukan apakah dosis obat perlu disesuaikan atau diganti.
Di sisi lain, pemeriksaan rutin di rumah dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap kesehatannya sendiri. Seseorang akan lebih termotivasi menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, serta disiplin mengonsumsi obat.
Manfaat lain dari pemeriksaan mandiri adalah mengurangi biaya perawatan kesehatan karena frekuensi kunjungan ke rumah sakit atau klinik dapat berkurang. Pemantauan di rumah juga membantu mengetahui adanya perbedaan tekanan darah saat diperiksa sendiri dan saat berada di fasilitas kesehatan akibat faktor kecemasan.
Namun demikian, tidak semua orang dapat melakukan pengukuran tekanan darah sendiri dengan akurat. Pada penderita gangguan irama jantung, hasil alat pengukur tekanan darah di rumah bisa kurang tepat.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengukur tekanan darah di rumah. Sebelum pemeriksaan, tubuh sebaiknya dalam kondisi rileks dengan posisi duduk selama 2 hingga 5 menit. Pengukuran dianjurkan dilakukan 2 sampai 3 kali dengan jeda satu menit untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Masyarakat juga disarankan menggunakan alat pengukur tekanan darah dengan manset yang dipasang di lengan atas dan memastikan alat tersebut telah tervalidasi.
Batas tekanan darah tinggi pada pemeriksaan mandiri di rumah berbeda dengan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Jika di klinik hipertensi ditetapkan pada angka 140/90 mmHg, maka pada pemeriksaan di rumah batasnya menjadi 135/85 mmHg. Apabila hasil pengukuran melebihi angka tersebut, seseorang perlu waspada terhadap risiko hipertensi.
(Sumber:kemkes.go.id)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....