Nasi Bisa Menjadi Racun jika Disimpan Sembarangan
- 07 Jun 2026 10:46 WIB
- Manado
RRI.CO.ID,Manado -Nasi merupakan makanan pokok yang dikonsumsi setiap hari oleh jutaan masyarakat Indonesia. Namun, banyak orang belum menyadari bahwa nasi yang disimpan secara tidak tepat dapat menjadi sumber keracunan makanan.
Dari laman World Health Organization(WHO), Banyak orang beranggapan bahwa memanaskan kembali nasi dapat menghilangkan seluruh risiko. Padahal,jika racun telah terbentuk selama proses penyimpanan yang tidak tepat,pemanasan ulang belum tentu dapat menghancurkannya. Oleh karena itu,cara penyimpanan menjadi faktor yang sangat penting.
Menurut para ahli keamanan pangan,beras mentah dapat mengandung bakteri Bacillus cereus. Bakteri ini mampu membentuk spora yang tetap bertahan meskipun beras telah dimasak. Jika nasi matang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, spora tersebut dapat berkembang menjadi bakteri yang menghasilkan racun berbahaya.
Keracunan akibat Bacillus cereus dapat menimbulkan gejala seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. Gejala biasanya muncul dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
Para ahli menyarankan agar nasi yang tidak langsung dikonsumsi segera didinginkan dan disimpan di lemari es. Nasi sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam. Jika nasi telah disimpan terlalu lama atau diragukan keamanannya,lebih baik dibuang daripada dikonsumsi.
Dengan menerapkan kebiasaan penyimpanan makanan yang benar, masyarakat dapat mengurangi risiko keracunan dan menjaga kesehatan keluarga. Ingat, nasi yang tampak normal belum tentu aman dikonsumsi karena bakteri dan racunnya tidak selalu mengubah warna,bau,atau rasa makanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....