Bayi Sering Menangis Belum Tentu Kolik, Ini Penjelasannya
- 19 Jul 2026 21:29 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Bayi yang sering menangis dalam waktu lama belum tentu mengalami kolik. Dokter Spesialis Anak Tim Neonatologi RSAB Harapan Kita, Lucia Nauli Simbolon, mengatakan orang tua perlu mengetahui penyebab tangisan bayi sebelum memberikan penanganan.
Dalam talkshow Keluarga Sehat Kementerian Kesehatan RI, Lucia menjelaskan bahwa kolik bukanlah penyakit, melainkan kondisi ketika bayi merasa tidak nyaman sehingga menangis terus-menerus.
"Kolik bukan satu penyakit. Penyebabnya bisa karena gas di perut, cara menyusui yang kurang tepat, hingga alergi protein susu sapi," kata Lucia.
Ia menjelaskan, kolik biasanya dialami bayi yang berusia lebih dari satu bulan. Tangisan umumnya terjadi pada waktu tertentu, terutama pada sore atau malam hari, dan sulit ditenangkan meski bayi sudah digendong atau disusui.
Menurut Lucia, orang tua tidak boleh langsung menyimpulkan bayi mengalami kolik hanya karena sering menangis. Dokter perlu memeriksa berbagai hal, mulai dari cara menyusu, kenaikan berat badan, pola buang air besar, hingga kemungkinan adanya alergi.
Karena itu, ia mengimbau orang tua tidak sembarangan mengganti susu formula atau menerapkan diet tertentu tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
"Bila bayi terus menangis, sulit menyusu, atau berat badannya tidak naik sesuai usia, segera periksakan ke fasilitas kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat," ujarnya.
Lucia menambahkan, tidak semua tangisan bayi menandakan kolik. Tangisan juga bisa menjadi tanda bayi lapar, mengantuk, popoknya basah, atau mengalami gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan dokter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....