Antibiotik Tidak Boleh Digunakan Sembarangan

  • 01 Agt 2026 19:24 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Menurut laman www.who.int Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri atau menghambat pertumbuhannya sehingga infeksi dapat dikendalikan. Namun, antibiotik tidak efektif untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu, batuk pilek biasa, sebagian besar sakit tenggorokan akibat virus, maupun COVID-19. Menggunakan antibiotik untuk penyakit yang tidak memerlukannya justru dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih besar.

Dikutip dari laman www.who.int Salah satu dampak paling serius dari penggunaan antibiotik yang tidak tepat adalah resistensi antibiotik. Resistensi terjadi ketika bakteri berubah sehingga antibiotik yang sebelumnya efektif tidak lagi mampu membunuhnya. Akibatnya, infeksi menjadi lebih sulit diobati, memerlukan pengobatan yang lebih lama, biaya yang lebih tinggi, dan meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut resistensi antimikroba sebagai salah satu ancaman kesehatan global terbesar saat ini.

Dilansir dari laman www.cdc.gov Kesalahan penggunaan antibiotik masih sering terjadi di masyarakat. Misalnya, membeli antibiotik tanpa resep dokter, menghentikan pengobatan sebelum waktunya karena merasa sudah sembuh, menggunakan sisa antibiotik dari pengobatan sebelumnya, atau mengonsumsi antibiotik milik orang lain. Kebiasaan tersebut dapat membuat sebagian bakteri bertahan hidup dan berkembang menjadi bakteri yang kebal terhadap antibiotik.

Antibiotik hanya boleh digunakan sesuai anjuran dokter atau tenaga kesehatan. Dokter akan menentukan apakah infeksi yang dialami memang disebabkan oleh bakteri dan memilih jenis antibiotik, dosis, serta lama pengobatan yang sesuai. Pasien juga harus menghabiskan antibiotik sesuai petunjuk, meskipun gejala sudah membaik, kecuali dokter menyarankan sebaliknya. Langkah ini penting untuk memastikan bakteri benar-benar hilang dan mengurangi risiko resistensi.

Selain menyebabkan resistensi, penggunaan antibiotik yang tidak tepat juga dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, diare, reaksi alergi, hingga gangguan keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Pada beberapa orang, efek samping dapat bersifat serius sehingga penggunaan antibiotik harus selalu mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Karena itu, antibiotik bukanlah obat yang boleh dikonsumsi sembarangan setiap kali merasa sakit.

Mencegah infeksi juga menjadi langkah penting untuk mengurangi kebutuhan penggunaan antibiotik. Menjaga kebersihan tangan, mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan menerapkan pola hidup bersih serta sehat dapat membantu tubuh melawan berbagai penyakit. Semakin sedikit infeksi yang terjadi, semakin kecil pula kebutuhan penggunaan antibiotik.

Setiap orang memiliki peran dalam mencegah resistensi antibiotik. Gunakan antibiotik hanya jika diresepkan oleh tenaga kesehatan, jangan meminta antibiotik jika dokter menyatakan tidak diperlukan, dan jangan pernah berbagi antibiotik dengan orang lain. Dengan penggunaan antibiotik yang bijak, kita dapat membantu menjaga efektivitas obat ini agar tetap mampu menyelamatkan nyawa, baik sekarang maupun di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....