Ibu Pascamelahirkan Rentan Gagal Jantung, Sering Dikira Maag
- 31 Mei 2026 11:43 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Gagal jantung ternyata bukan hanya monopoli lansia, melainkan bisa menyerang siapa saja mulai dari bayi hingga ibu hamil. Salah satu kondisi yang patut diwaspadai adalah peripartum kardiomiopati (PPCM), yaitu kegagalan fungsi jantung yang terjadi pada masa akhir kehamilan atau beberapa bulan setelah melahirkan.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Dian Yaniarti Hasanah, mengungkapkan banyak wanita mengabaikan gejala penyakit ini karena kemiripannya dengan efek kelelahan pascamelahirkan. Tubuh yang membengkak dan cepat capek sering kali dianggap sebagai hal yang wajar.
"Padahal sebenarnya bukan, itu adalah gagal jantung dan bisa menjadi gawat darurat atau penyakit yang berat apabila telat untuk ditata laksana," ujar dr. Dian dalam edukasi kesehatan bersama Kemenkes RI.
Faktor risiko PPCM ini meningkat pada subgrup tertentu, seperti ibu yang hamil di usia terlalu muda atau terlalu tua, hamil kembar, serta mereka yang memiliki riwayat preeklamsia (hipertensi dalam kehamilan). Selain itu, faktor mutasi genetik juga ikut memicu kerentanan sekelompok manusia terhadap penyakit ini.
Selain terkait kehamilan, dr. Dian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala perut begah yang sering kali dikira sebagai penyakit lambung atau maag biasa. Keluhan maag kronis yang tidak kunjung sembuh meski sudah berobat ke berbagai dokter spesialis bisa jadi merupakan alarm dari gagal jantung.
Pemeriksaan fisik dan penunjang seperti rekam jantung (EKG) serta USG jantung (Ekokardiografi) menjadi modalitas wajib untuk membedakan kedua penyakit tersebut. Deteksi dini ini krusial karena gagal jantung merupakan muara akhir dari seluruh penyakit kardiovaskular.
| Baca juga: Waspada Serat Asbes Sumber Risiko Kesehatan |
"Gagal jantung itu adalah produk terakhir dari seluruh penyakit kardiovaskular," kata dr. Dian menegaskan.
Bagi pasien yang sudah didiagnosis, dr. Dian menekankan bahwa gagal jantung adalah penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan seumur hidup layaknya diabetes dan hipertensi. Pengobatan jangka panjang ini sangat penting untuk menjaga kualitas hidup pasien dan mencegah risiko tertinggi, yaitu kematian mendadak (sudden death).
Masyarakat pun diimbau untuk mengenali "lampu merah" gagal jantung yang mengharuskan pasien segera ke Unit Gawat Darurat (UGD). Gejala darurat tersebut meliputi sesak napas berat hingga tidak bisa tidur dalam posisi datar, perut begah disertai mual-muntah, serta penurunan drastis pada produksi urine.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....