Waspada Konsumsi Gula: Kebiasaan Sepele Picu Penyakit Serius

  • 26 Mei 2026 09:06 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat mengenai bahaya konsumsi gula berlebihan yang dapat memicu berbagai penyakit serius, mulai dari obesitas, resistensi insulin, diabetes melitus tipe 2, hingga penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

Peningkatan kasus cuci darah akibat kerusakan ginjal pada usia muda turut menjadi perhatian. Konsumsi gula berlebih diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kasus gagal ginjal di kalangan usia produktif.

Fenomena ini dinilai semakin mengkhawatirkan, mengingat banyak anak muda yang mengabaikan risiko kesehatan karena merasa kondisi tubuh masih prima. Padahal, konsumsi minuman dan makanan manis secara berlebihan dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang serius.

Berbagai jenis minuman kekinian yang banyak beredar di masyarakat turut menjadi perhatian. Minuman bersoda, misalnya, diketahui mengandung kadar gula yang sangat tinggi, bahkan dapat setara dengan sembilan sendok teh gula dalam satu kaleng. Selain itu, minuman berenergi, jus buah kemasan, serta minuman teh dan kopi kekinian juga kerap mengandung tambahan gula atau pemanis yang tinggi.

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti mudah lelah dan lapar, penglihatan kabur, gerakan tubuh melambat, keinginan terus-menerus mengonsumsi makanan manis, hingga luka yang sulit sembuh.

Sementara itu, konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh yang berujung pada obesitas. Kondisi ini kemudian meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes melitus tipe 2, kerusakan gigi, penyakit hati berlemak atau non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD), gangguan kulit, hingga beberapa jenis kanker.

Selain itu, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak fungsi ginjal. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada sistem penyaringan ginjal, sehingga pada tahap lanjut dapat berujung pada gagal ginjal dan kebutuhan terapi cuci darah.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat, mengurangi konsumsi gula, serta rutin melakukan aktivitas fisik. Perubahan gaya hidup dinilai menjadi kunci utama dalam menekan risiko penyakit akibat konsumsi gula berlebihan.

(Sumber:kemkes.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....