Kenali Gejala dan Risiko Tumor Otak pada Anak

  • 26 Mei 2026 09:01 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Tumor otak merupakan kondisi abnormal akibat pertumbuhan sel yang tidak normal pada jaringan otak. Tumor dapat bersifat jinak maupun ganas, dan bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Pada anak-anak, tumor otak menjadi salah satu penyakit serius yang memerlukan perhatian dan penanganan medis sedini mungkin.

Tumor otak pada anak terjadi ketika sel-sel di otak tumbuh secara tidak normal dan berkembang terlalu cepat. Meski tidak semua tumor otak bersifat kanker, seluruh jenis tumor tetap berbahaya karena dapat menekan jaringan otak yang sehat dan mengganggu fungsi tubuh.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Tumor otak dapat muncul langsung dari jaringan otak atau disebut tumor otak primer. Selain itu, tumor juga dapat berasal dari penyebaran kanker dari organ lain melalui aliran darah yang dikenal sebagai tumor otak metastasis.

Ada beberapa jenis tumor otak yang umum ditemukan pada anak, di antaranya astrositoma, ependimoma, meduloblastoma, glioma batang otak, kraniopharingioma, dan glioma saraf optik. Masing-masing memiliki karakteristik berbeda tergantung lokasi dan kecepatan pertumbuhannya.

Gejala tumor otak pada anak biasanya muncul akibat tekanan tumor terhadap jaringan otak di sekitarnya. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi normal otak dan memicu berbagai keluhan.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain sakit kepala yang semakin sering dan memburuk, terutama saat pagi hari, mual dan muntah tanpa sebab jelas, kejang tanpa riwayat epilepsi, gangguan keseimbangan, kelemahan otot, gangguan bicara, hingga pembesaran kepala pada bayi akibat peningkatan tekanan di dalam otak.

Dokter mengingatkan orang tua agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang berlangsung terus-menerus atau semakin parah. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan keberadaan tumor, mengetahui lokasi dan ukuran tumor, serta menentukan jenis penanganan yang tepat.

Hingga kini, penyebab pasti tumor otak masih belum diketahui. Namun, penanganan yang cepat dinilai dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

Pengobatan tumor otak pada anak disesuaikan dengan jenis tumor, tingkat keganasan, ukuran, lokasi tumor, usia anak, serta kondisi kesehatan secara umum. Penanganan dapat berupa operasi, kemoterapi, radioterapi, maupun terapi pendukung lainnya.

Durasi pengobatan juga bervariasi, mulai dari beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun, tergantung respons tubuh anak terhadap terapi yang dijalani.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala tumor otak pada anak dan tidak menunda pemeriksaan medis demi mencegah kondisi yang lebih serius.

(Sumber:kemkes.go.id)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....