Konsumsi Gorengan Berlebihan Picu Risiko Penyakit
- 07 Mei 2026 17:39 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Gorengan menjadi salah satu makanan favorit masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun di balik rasa gurih dan tekstur renyahnya, para ahli kesehatan luar negeri mengingatkan bahwa konsumsi gorengan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
Ahli nutrisi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, Dr. Frank Hu, menyebut makanan yang digoreng umumnya mengandung lemak jenuh, lemak trans, serta kalori tinggi yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
Menurutnya, penggunaan minyak secara berulang dalam proses penggorengan juga dapat menghasilkan zat berbahaya akibat pemanasan suhu tinggi.
Sementara itu, ahli kesehatan dari Mayo Clinic, Dr. Donald Hensrud, menjelaskan bahwa gorengan memang dapat menjadi sumber energi cepat karena kandungan lemak dan karbohidratnya cukup tinggi. Namun konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan karena dapat memicu kenaikan berat badan dan obesitas.
Pendapat serupa juga disampaikan Dr. Walter Willett yang menilai pola makan tinggi makanan goreng berkaitan erat dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2 serta penyakit kardiovaskular.
Di sisi lain, American Heart Association melalui ahli jantung Dr. Robert Eckel mengungkapkan bahwa lemak trans pada gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL dan menurunkan kolesterol baik dalam tubuh.
Kondisi tersebut dapat memicu penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada serangan jantung maupun stroke.
Selain itu, pakar keamanan pangan dari World Health Organization, Dr. Francesco Branca, mengingatkan bahwa penggunaan minyak goreng berulang kali dapat menghasilkan senyawa karsinogenik yang berpotensi meningkatkan risiko kanker.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi gorengan, menggunakan minyak yang masih layak pakai, serta mengimbangi pola makan dengan sayur, buah, dan olahraga rutin demi menjaga kesehatan tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....