Ketahui tentang Endoskopi Kapsul
- 30 Mar 2026 12:56 WIB
- Manado
RRI.CO.ID,Manado - Endoskopi kapsul adalah prosedur yang dilakukan dengan cara menelan kapsul berisi kamera nirkabel. Endoskopi ini digunakan untuk memeriksa kondisi saluran pencernaan pasien yang sulit menjalani endoskopi konvensional. Dilansir dari alodokter.com bahwa kapsul yang digunakan pada endoskopi ini akan mengambil ribuan gambar selama bergerak di dalam saluran pencernaan, lalu gambar tersebut dikirim ke alat perekam yang dikenakan pasien. Setelah selesai, kapsul akan keluar secara alami melalui tinja. Untuk melihat hasil rekaman, endoskopi kapsul dilengkapi dengan elektroda dan alat perekam. Elektroda dipasang di bagian dada dan perut untuk menerima data dari kapsul. Sementara alat perekam dilingkarkan di badan untuk menyimpan data yang berisi rekaman kondisi saluran pencernaan.
Tujuan dan Indikasi Endoskopi Kapsul
Endoskopi kapsul dapat diterapkan pada semua kelompok usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Umumnya, endoskopi kapsul dilakukan pada pasien yang mengalami gejala gangguan saluran pencernaan, seperti:
Nyeri atau kram di perut
BAB berdarah atau feses berwarna hitam
Diare kronis
Perut kembung
Mual dan muntah
Berat badan menurun secara drastis
Endoskopi kapsul bertujuan untuk melihat kondisi saluran pencernaan secara menyeluruh, terutama bagian usus halus, yang sulit dijangkau oleh endoskopi biasa, seperti gastroskopi dan kolonoskopi. Selain itu, ada beberapa tujuan dokter untuk melakukan endoskopi kapsul yaitu:
Mencari tahu penyebab perdarahan saluran pencernaan
Mendiagnosis radang usus, yaitu penyakit Crohn dan kolitis ulseratif
Mendiagnosis penyakit celiac
Mendeteksi tumor atau kanker di saluran pencernaan
Mendeteksi polip di saluran pencernaan
Memeriksa kerongkongan untuk mendeteksi luka atau varises esofagus
Memantau perkembangan penyakit saluran cerna yang sudah terdiagnosis
Membantu dokter menentukan langkah pemeriksaan atau terapi lanjutan
Endoskopi kapsul memiliki beberapa kelebihan daripada endoskopi konvensional, yaitu:
Dapat merekam gambar hingga usus halus, sedangkan endoskopi konvensional biasanya hanya mencapai usus dua belas jari dan usus besar
Tidak perlu dilakukan dalam keadaan bius total
Namun, tidak seperti endoskopi biasa, endoskopi kapsul hanya bisa digunakan untuk mendeteksi dan mendiagnosis suatu penyakit. Prosedur ini tidak bisa digunakan untuk membantu operasi atau biopsi.
Peringatan dan Larangan Endoskopi Kapsul
Endoskopi kapsul umumnya merupakan prosedur yang aman dan minim invasif. Namun, terdapat beberapa kondisi yang memerlukan perhatian khusus sebelum menjalani prosedur ini. Peringatan ini bertujuan untuk mencegah komplikasi, terutama risiko kapsul tersangkut di saluran pencernaan (retensi kapsul).
Berikut adalah beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, antara lain:
Memiliki riwayat penyempitan, saluran abnormal (fistula), atau penyumbatan di saluran pencernaan
Menderita penyakit radang usus, seperti Crohn’s disease
Pernah menjalani operasi pada usus atau lambung
Mengalami gejala obstruksi usus, seperti nyeri perut hebat, muntah, atau kembung berat
Sulit menelan (disfagia)
Menderita demensia
Sedang hamil
| Baca juga: Manfaat Minyak Ikan untuk Kesehatan |
Selain kondisi di atas, endoskopi kapsul juga tidak disarankan pada pasien yang menggunakan alat pacu jantung. Hal ini karena fungsi dan kerja kapsul maupun alat pacu jantung dapat saling mengganggu satu dengan yang lain. Meskipun terdapat berbagai peringatan dan larangan, keputusan akhir tetap berada di tangan dokter setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasien. Dalam beberapa situasi, risiko dapat diminimalkan dengan persiapan yang tepat atau metode alternatif. Oleh karena itu, penting untuk memberi tahu dokter mengenai riwayat penyakit, operasi, serta obat-obatan yang sedang digunakan sebelum menjalani endoskopi kapsul, agar prosedur dapat dilakukan dengan aman dan efektif.
Sebelum Endoskopi Kapsul
Sebelum menjalani endoskopi kapsul, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pasien, yaitu:
Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat, terutama aspirin, bismuth subsasilat, atau pengencer darah. Informasikan juga kepada dokter jika sedang mengonsumsi suplemen atau obat herbal.
Beri tahu dokter terkait riwayat kesehatan Anda, termasuk bila pernah menjalani operasi atau pemasangan alat dalam tubuh, seperti alat pacu jantung.
Beri tahu dokter jika memiliki alergi.
Jangan mengonsumsi minuman berwarna, seperti kopi atau teh, 1 hari sebelum prosedur.
Jika Anda merokok, hentikan kebiasaan tersebut 24 jam sebelum prosedur.
Jangan makan dan minum selama 10–12 jam sebelum prosedur.
Konsumsilah obat pencahar sesuai saran dokter untuk mengosongkan saluran pencernaan sehingga gambar yang diambil kapsul endoskopi dapat lebih jelas.
Cukurlah rambut di area perut dan dada yang akan ditempelkan elektroda.
Kenakan pakaian yang longgar untuk memberi ruang agar elektroda dan alat perekam dapat terpasang dengan baik.
Prosedur Endoskopi Kapsul
Endoskopi kapsul dilakukan di rumah sakit. Sebelum menjalankan prosedur ini, dokter akan menjelaskan apa saja yang akan dilakukan dalam prosedur tersebut. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam prosedur endoskopi:
Memasang alat perekam dan elektroda
Sebagai awalan, dokter akan memasang elektroda yang terhubung dengan alat perekam. Elektroda ini berfungsi menerima gambar yang telah diambil oleh kapsul ketika bergerak di saluran pencernaan. Gambar yang telah diterima elektroda akan dikirimkan dan disimpan pada alat perekam. Tergantung pada jenis kapsul, dokter dapat memasang beberapa perekat elektroda di perut dan dada, atau elektroda dalam bentuk sabuk yang dipakai di pinggang. Meski bentuknya berbeda, keduanya memiliki fungsi yang sama.
Menelan kapsul endoskopi
Setelah alat perekam dan elektroda terpasang, dokter akan meminta pasien untuk menelan kapsul endoskopi. Kapsul ini berukuran seperti vitamin yang besar. Kapsul yang ditelan akan mengalir di sepanjang saluran pencernaan, kemudian kamera di dalam kapsul akan merekam saluran pencernaan tersebut. Pasien tidak akan merasakan apa-apa selama kapsul berada di dalam saluran pencernaan. Oleh karena itu, pasien dapat beraktivitas seperti biasa selama 8 jam. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien selama menelan kapsul, yaitu:
Menunggu setidaknya 2 jam setelah kapsul ditelan jika ingin minum
Menunggu setidaknya 4 jam setelah kapsul ditelan jika ingin mengonsumsi makanan ringan
Menghindari aktivitas berat, terutama yang melibatkan gerakan tiba-tiba atau membungkuk
Memastikan alat perekam dan elektroda selalu dalam keadaan kering
Setelah Endoskopi Kapsul
Endoskopi kapsul dianggap telah selesai 8 jam setelah pasien menelan kapsul atau jika pasien telah mengeluarkan kapsul melalui BAB. Jika salah satu dari kedua hal tersebut terjadi, pasien boleh langsung melepas alat perekam dan elektroda secara mandiri sesuai instruksi dokter.
Setelah itu, pasien akan diminta kembali ke dokter untuk memberikan alat perekam dan elektroda, serta mendengarkan penjelasan dokter terkait hasil pemeriksaan.
Perlu diketahui bahwa kapsul endoskopi dapat keluar melalui tinja setelah beberapa jam atau beberapa hari. Pasien perlu ke dokter jika setelah 2 minggu kapsul tidak tampak keluar bersama tinja. Dokter akan menjalankan foto Rontgen untuk memastikan apakah kapsul sudah keluar atau belum.
Komplikasi atau Efek Samping Endoskopi Kapsul
Endoskopi kapsul umumnya jarang menimbulkan komplikasi. Namun, pada beberapa kasus, kapsul dapat tersangkut di saluran pencernaan dan tidak bisa keluar bersama tinja. Tersangkutnya kapsul lebih berisiko terjadi pada pasien yang pernah mengalami penyempitan usus, misalnya akibat menderita penyakit radang usus atau pernah menjalani operasi di usus.
Kapsul endoskopi yang tidak keluar dari dalam tubuh juga dapat menyebabkan kondisi yang serius, yaitu penyumbatan usus. Oleh karena itu, segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala berikut:
Sakit perut parah
Perut membesar
Muntah-muntah
Sembelit
Demam
Hilang nafsu makan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....