Mahkota Dewa Potensi Obat Alami Tanaman Herbal Asli Indonesia

  • 18 Mei 2026 16:36 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Tanaman herbal mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) kembali menjadi sorotan karena dipercaya memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan. Tanaman yang berasal dari Papua ini diketahui mengandung sejumlah senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang berperan sebagai antioksidan alami.

Dikutip dari laman polri.go.id mahkota dewa telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan herbal untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, mulai dari batuk, asam urat, diabetes, hingga berpotensi membantu mencegah penyakit kronis seperti kanker.

Senyawa antioksidan dalam mahkota dewa disebut memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri yang penting bagi tubuh. Kandungan tersebut dipercaya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta meredakan peradangan.

Dalam pemanfaatannya, mahkota dewa disebut dapat membantu mengatasi batuk karena sifat anti radang, antibakteri, dan antivirus yang dimilikinya. Selain itu, kandungan flavonoid diduga berperan dalam meredakan gejala asam urat dengan membantu menghambat peradangan dan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urine.

Tidak hanya itu, kandungan saponin dan tanin dalam tanaman ini juga diklaim dapat membantu mengontrol kadar gula darah dengan cara menghambat pemecahan dan penyerapan gula dalam tubuh, sehingga berpotensi menurunkan risiko diabetes.

Flavonoid yang terkandung di dalamnya juga disebut berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah, sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Kondisi ini secara tidak langsung juga dikaitkan dengan upaya pencegahan penyakit jantung.

Selain itu, kandungan antioksidan yang tinggi pada mahkota dewa dipercaya dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan serta menghambat pertumbuhan sel kanker.

Meski demikian, penggunaan mahkota dewa sebagai obat herbal tetap perlu kehati-hatian. Bagian buah dan daun biasanya harus diolah terlebih dahulu, seperti dikeringkan dan diekstrak, sebelum dikonsumsi dalam bentuk suplemen atau kapsul. Buah mahkota dewa yang masih mentah juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara langsung.

Dengan berbagai kandungan tersebut, mahkota dewa masih menjadi salah satu tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai alternatif pengobatan tradisional di Indonesia.

(Sumber:tribratanews.polri.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....